EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global, Nasional

Harga komoditas petani bergerak turun, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: jangan biarkan petani selalu menanggung jatuhnya harga

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Selasa, 1 September 2026, Pergerakan harga sejumlah komoditas pertanian yang mengalami tekanan menjadi perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH). Kondisi tersebut dinilai kembali memperlihatkan persoalan klasik sektor pertanian: petani menghadapi biaya produksi dan risiko budidaya, tetapi sering...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Selasa, 1 September 2026, Pergerakan harga sejumlah komoditas pertanian yang mengalami tekanan menjadi perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH). Kondisi tersebut dinilai kembali memperlihatkan persoalan klasik sektor pertanian: petani menghadapi biaya produksi dan risiko budidaya, tetapi sering memiliki posisi tawar yang lemah ketika menentukan harga hasil panennya.

Berdasarkan pembaruan data harga komoditas yang dihimpun pada 1 September 2026, sejumlah komoditas di beberapa daerah tercatat mengalami penurunan harga. Pergerakan harga tersebut perlu dilihat secara hati-hati karena harga dapat berbeda menurut wilayah, kualitas komoditas, rantai perdagangan, serta waktu pencatatan.

banner 468x60

Persoalan harga menjadi sangat penting karena penurunan beberapa ribu rupiah di tingkat petani dapat memberikan dampak besar ketika terjadi pada volume panen yang tinggi. Apalagi petani tetap harus menanggung biaya benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, transportasi hingga kebutuhan pascapanen.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai pemerintah harus mempunyai sistem yang lebih kuat untuk melindungi petani ketika harga komoditas mengalami penurunan tajam.

“Jangan sampai pola yang sama terus berulang. Petani mengeluarkan modal, bekerja berbulan-bulan dan menanggung risiko gagal panen, tetapi ketika produksi berhasil justru harga jatuh. Negara harus mempunyai mekanisme perlindungan agar keberhasilan panen tidak berubah menjadi kerugian bagi petani,” tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Menurut Satuan Petani ETH, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan meminta petani meningkatkan produksi. Peningkatan produksi harus dibarengi dengan kepastian pasar dan penguatan posisi tawar petani.

Ketika produksi meningkat tetapi pasar tidak mampu menyerap hasil pertanian secara sehat, kelebihan pasokan berpotensi menekan harga di tingkat produsen.

“Jangan hanya meminta petani menanam dan meningkatkan produksi. Pemerintah juga harus menjawab pertanyaan paling penting: setelah panen, siapa yang membeli dan berapa harga yang diterima petani?

Produksi tanpa kepastian pasar dapat menjadi jebakan bagi petani sendiri,” lanjut Satuan Petani ETH.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga meminta pemerintah memperhatikan besarnya selisih harga antara tingkat petani dan konsumen.

Apabila harga yang diterima petani turun tetapi harga di tingkat konsumen tidak mengalami penurunan yang sebanding, pemerintah perlu memeriksa rantai distribusi untuk mengetahui di titik mana margin terbesar terbentuk.

Pengawasan terhadap praktik permainan harga, penimbunan maupun tindakan lain yang berpotensi merugikan petani juga harus diperkuat. Namun setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui pemeriksaan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.

Satuan Petani ETH meminta pemerintah memperluas akses petani terhadap pasar langsung, koperasi, fasilitas penyimpanan, cold storage, industri pengolahan serta informasi harga secara terbuka dan real-time.
Fasilitas tersebut penting karena salah satu kelemahan petani adalah keterbatasan kemampuan menyimpan hasil panen. Komoditas yang mudah rusak sering membuat petani terpaksa menjual secepat mungkin meskipun harga sedang rendah.

“Petani harus mempunyai pilihan. Kalau harga sedang jatuh, mereka harus bisa menyimpan, mengolah atau menjual melalui saluran pasar lain. Selama petani dipaksa menjual segera setelah panen, posisi tawarnya akan selalu lemah,” tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Satuan Petani ETH menilai kebijakan pertanian harus mulai menempatkan pendapatan petani sebagai indikator utama keberhasilan, bukan semata-mata peningkatan produksi.

Produksi yang tinggi memang penting untuk menjaga ketahanan pangan. Namun keberhasilan tersebut harus berjalan bersama dengan kesejahteraan masyarakat yang bekerja menghasilkan pangan.

“Ketahanan pangan tidak boleh dibangun dengan mengorbankan kesejahteraan petani. Harga harus memberikan keuntungan yang wajar, rantai distribusi harus transparan, dan petani harus memperoleh posisi tawar yang lebih kuat,” tegas Satuan Petani ETH.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah membangun sistem perlindungan harga yang lebih responsif, memperpendek rantai distribusi, memperluas fasilitas pascapanen dan membuka akses pasar langsung bagi petani. Produksi yang meningkat harus menghasilkan pendapatan yang meningkat pula, bukan justru membuat harga di tingkat petani semakin tertekan.

banner 336x280