EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Karhutla Mengancam, 10 Ton Garam Disiapkan untuk Modifikasi Cuaca di Jambi, Satuan Mahasiswa ETH: Lingkungan Harus Dijaga Sebelum Asap Menjadi Bencana

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAMBI, 28 Agustus 2026 — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian nasional. Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan **10 ton bahan semai berupa garam** untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAMBI, 28 Agustus 2026 — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian nasional. Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan **10 ton bahan semai berupa garam** untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya mencegah dan menangani karhutla di Provinsi Jambi. ([ANTARA News][1])

Perkembangan tersebut mendapat perhatian Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH). Ketua Umum Satuan Mahasiswa ETH, **Reza Prasatria Dharma**, mendorong mahasiswa mengambil bagian dalam gerakan pencegahan karhutla, edukasi lingkungan, dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak hutan dan lahan.

banner 468x60

**“Jangan menunggu langit dipenuhi asap baru kita berbicara tentang lingkungan. Pencegahan harus dimulai sebelum api membesar. Mahasiswa harus menjadi kekuatan edukasi, pengawasan dan gerakan menjaga lingkungan di tengah masyarakat,”** kata Reza dalam draf pernyataan Satuan Mahasiswa ETH, Jumat (28/8/2026).

### 10 Ton Garam Disiapkan, Satu Ton Sudah Disebar

Tenaga Ahli BNPB Kolonel Inf Agus Marsanto menjelaskan bahwa dari 10 ton garam yang disiapkan, **satu ton telah digunakan pada Kamis, 27 Agustus 2026**, untuk penyemaian pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Seluruh peralatan dan pesawat untuk mendukung operasi tersebut dinyatakan siap. Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat **Cessna Grand Caravan C208B PK-ALA**. Tahap pertama operasi dijadwalkan berlangsung hingga **30 Agustus 2026**, dengan kemungkinan dilanjutkan berdasarkan dinamika kondisi dan hasil evaluasi. ([ANTARA News][1])

OMC merupakan salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk meningkatkan peluang hujan pada wilayah sasaran sehingga membantu pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

### Jambi Masuk Enam Provinsi Prioritas Karhutla

Persoalan karhutla tidak hanya terjadi di Jambi. BNPB pada 21 Agustus menyatakan penguatan operasi udara dan darat dilakukan di **enam provinsi prioritas**, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Penanganannya meliputi operasi modifikasi cuaca, *water bombing*, patroli serta operasi darat. ([BNPB][2])

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 25 Agustus juga menyebut Jambi berada pada posisi keenam dalam jumlah titik panas secara nasional berdasarkan kondisi saat itu. Karakteristik lahan gambut di Jambi menjadi salah satu alasan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu terus dipertahankan. ([ANTARA News][3])

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, perkembangan tersebut menunjukkan persoalan karhutla harus ditangani sejak tahap pencegahan.

**“Memadamkan api penting, tetapi mencegah api muncul jauh lebih penting. Kita harus berani mengubah cara berpikir dari penanganan bencana menjadi pengurangan risiko bencana,”** ujar Reza.

### Mahasiswa Bisa Ikut Mengawasi Lingkungan

Satuan Mahasiswa ETH menilai perguruan tinggi dan mahasiswa mempunyai posisi strategis dalam pencegahan karhutla.

Mahasiswa dapat terlibat melalui penelitian lingkungan, pemetaan wilayah rawan kebakaran, kampanye larangan pembakaran lahan, pemantauan kualitas udara, pengembangan teknologi deteksi dini hingga edukasi masyarakat.

Mahasiswa juga dapat membantu masyarakat memahami kanal pengaduan apabila menemukan aktivitas pembakaran atau indikasi kerusakan lingkungan.

Namun Reza mengingatkan bahwa pengawasan mahasiswa harus berbasis bukti dan tidak berubah menjadi tuduhan terhadap individu maupun perusahaan tertentu tanpa verifikasi.

**“Kalau menemukan dugaan pelanggaran, dokumentasikan dengan benar dan sampaikan kepada instansi yang berwenang. Mahasiswa harus kritis, tetapi setiap kritik harus berdiri di atas fakta,”** katanya.

### Karhutla Bukan Sekadar Persoalan Hutan

Satuan Mahasiswa ETH mengingatkan dampak karhutla dapat meluas ke berbagai sektor kehidupan.

Asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, aktivitas ekonomi dan kualitas lingkungan. Karena itu, pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi serta generasi muda.

BNPB sendiri menekankan pentingnya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian karhutla. Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah atau lahan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. ([BNPB][4])

### Dorong Kampus Bangun Gerakan Lingkungan

Satuan Mahasiswa ETH mendorong organisasi kemahasiswaan di berbagai perguruan tinggi menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu agenda gerakan mahasiswa.

Menurut Reza, gerakan lingkungan tidak harus selalu dimulai dengan aksi besar. Langkah sederhana seperti penghijauan, pengurangan sampah, edukasi masyarakat, penelitian, pengawasan lingkungan dan penyebaran informasi resmi dapat memberikan kontribusi.

**“Kampus memiliki ilmu pengetahuan, mahasiswa memiliki energi perubahan, sementara masyarakat memiliki pengetahuan mengenai wilayahnya. Kalau ketiganya dipertemukan, kita bisa membangun gerakan lingkungan yang jauh lebih kuat,”** ujarnya.

### Lingkungan adalah Warisan Generasi Berikutnya

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang berharap upaya pemerintah menangani karhutla dibarengi evaluasi berkelanjutan terhadap penyebab kebakaran serta penguatan pencegahan di daerah rawan.

Reza menegaskan persoalan lingkungan tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda pemerintah.

**“Hutan dan lingkungan yang kita jaga hari ini bukan hanya untuk kita. Itu adalah warisan bagi generasi setelah kita. Mahasiswa harus berada di barisan yang menjaga agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan masa depan lingkungan Indonesia,”** pungkas Reza.

banner 336x280