EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Ekonomi, Global

Kuota KUR Bank Sumut Naik Jadi Rp2 Triliun, Pelaku UMKM Diharapkan Semakin Mudah Akses Modal

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Medan, Sumatera Utara — Rabu, 26 Agustus 2026. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara mendapat peluang lebih besar memperoleh pembiayaan setelah Kementerian UMKM menambah kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Sumut menjadi Rp2 triliun. Kebijakan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Medan, Sumatera Utara — Rabu, 26 Agustus 2026. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara mendapat peluang lebih besar memperoleh pembiayaan setelah Kementerian UMKM menambah kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Sumut menjadi Rp2 triliun. Kebijakan tersebut diumumkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Universitas Sumatera Utara pada 20 Agustus lalu.

Penambahan kuota diberikan setelah Bank Sumut dinilai memiliki kinerja positif dalam ketepatan penyaluran dan akuntabilitas KUR. Pemerintah berharap tambahan pembiayaan tersebut memperluas akses modal sekaligus menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

banner 468x60

Data Kementerian UMKM menunjukkan penyaluran KUR secara keseluruhan di Sumatera Utara telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada 168 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 triliun sebelumnya telah disalurkan melalui Bank Sumut.

Sumatera Utara sendiri memiliki sekitar 1,4 juta UMKM, dan mayoritas masih berada pada skala mikro. Kondisi ini membuat akses pembiayaan, pendampingan usaha, legalitas, teknologi dan pemasaran menjadi faktor penting agar UMKM dapat berkembang ke skala yang lebih besar.

ETH Sumut: Pastikan Modal Benar-Benar Sampai kepada Pengusaha Kecil

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai penambahan kuota KUR merupakan peluang yang harus benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM hingga ke kabupaten dan kota.

Menurutnya, besarnya kuota pembiayaan perlu diikuti kemudahan memperoleh informasi, pelayanan yang transparan serta pendampingan bagi pengusaha kecil yang selama ini kesulitan memenuhi persyaratan administrasi.

“Kuota Rp2 triliun tentu menjadi peluang besar bagi UMKM Sumatera Utara. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana dana tersebut benar-benar bisa diakses pengusaha kecil yang memiliki usaha produktif dan membutuhkan tambahan modal untuk berkembang,” kata Bahar.

Ia menilai akses permodalan jangan hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha yang sudah mapan atau berada di perkotaan.

Pelaku Usaha di Daerah Harus Mendapat Kesempatan

Bahar mengatakan UMKM di kabupaten dan kawasan pedesaan juga memiliki potensi besar, mulai dari perdagangan, kuliner, pertanian, perkebunan, perikanan hingga industri rumah tangga.

“Pengusaha kecil di daerah juga harus mendapatkan kesempatan yang sama. Informasi mengenai KUR harus sampai kepada mereka, persyaratannya harus dijelaskan secara terbuka dan proses pengajuannya jangan dibuat berbelit-belit,” ujarnya.

ETH Sumut menilai keberhasilan program KUR seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan besarnya kredit yang berhasil disalurkan, tetapi juga dari perkembangan usaha penerima, peningkatan omzet serta kemampuan UMKM menciptakan lapangan pekerjaan.

Transparansi Penyaluran Menjadi Penting

Bahar juga menilai penyaluran pembiayaan bersubsidi pemerintah membutuhkan pengawasan agar tepat sasaran.

Menurutnya, transparansi diperlukan untuk memastikan masyarakat memahami prosedur, persyaratan dan biaya yang berlaku sehingga tidak muncul pihak yang memanfaatkan ketidaktahuan calon penerima.

Bank Sumut dalam informasi produk KUR menyebut KUR Mikro memiliki plafon Rp10 juta sampai Rp100 juta, sedangkan KUR Kecil di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta. Bank juga mencantumkan bahwa produk KUR tidak dikenakan biaya administrasi maupun provisi.

UMKM Harus Naik Kelas

Bahar berharap tambahan kuota KUR dapat menghasilkan dampak ekonomi nyata, terutama dengan meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat perekonomian masyarakat.

“Modal harus menghasilkan pertumbuhan. Kita ingin pengusaha mikro berkembang menjadi pengusaha kecil, kemudian naik menjadi usaha menengah. Ketika UMKM berkembang, lapangan pekerjaan bertambah dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” kata Bahar.

DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara juga mengajak pelaku UMKM menggunakan pembiayaan secara produktif dan memahami kewajiban pembayaran sebelum mengambil kredit.

ETH Sumut berharap pemerintah, perbankan dan pemerintah daerah memperluas sosialisasi sehingga tambahan kuota KUR Bank Sumut Rp2 triliun dapat memberikan manfaat nyata dan merata bagi pelaku usaha di seluruh Sumatera Utara.

Sumber: ANTARA Sumut, Kementerian UMKM, RRI dan informasi resmi KUR Bank Sumut.

banner 336x280