Layanan Jantung dan Kanker Diperkuat di Aceh Timur, DPN ETH: Pasien Daerah Harus Bisa Berobat Dekat Rumah
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 13 September 2026 Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menyambut penguatan layanan jantung dan kanker di RSUD dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, sebagai langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 13 September 2026 Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menyambut penguatan layanan jantung dan kanker di RSUD dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, sebagai langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik di daerah.
RSUD dr. Zubir Mahmud sedang memperkuat layanan rujukan agar masyarakat Aceh Timur tidak perlu selalu bepergian ke luar daerah untuk memperoleh pelayanan jantung dan kanker. Penguatan ini menjadi bagian dari dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA yang mencakup kanker, jantung, stroke, urologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Direktur RSUD dr. Zubir Mahmud menyatakan rumah sakit menargetkan layanan kateterisasi jantung dapat mulai beroperasi tahun ini, sehingga pasien yang membutuhkan tindakan tersebut dapat ditangani lebih dekat dengan tempat tinggalnya. ([Aceh Antara News][1])
Langkah serupa juga berlangsung di daerah lain. RSUD Nabire, Papua Tengah, tengah menyiapkan layanan jantung, urologi, dan bedah saraf untuk mendukung program prioritas KJSU Kementerian Kesehatan. Saat ini layanan kanker sudah tersedia di rumah sakit tersebut, sementara layanan lainnya masih dalam proses pemenuhan fasilitas.
Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan juga memperluas pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Pada tahap pertama 2026 dibuka 25 program studi baru, termasuk 14 program studi dalam kelompok kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi, dengan prioritas pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di daerah.
Sikap DPN Elang Tiga Hambalang
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa masyarakat di kabupaten dan kota di luar pusat-pusat besar harus memperoleh akses pelayanan kesehatan spesialistik yang semakin dekat, cepat, dan terjangkau.
DPN ETH menilai penguatan rumah sakit daerah perlu berjalan bersama dengan penyediaan dokter spesialis, alat kesehatan, ruang tindakan, sistem rujukan, serta pembiayaan melalui BPJS Kesehatan agar fasilitas yang dibangun benar-benar dapat digunakan masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPN ETH Ganda Satria Dharma juga menilai pemerataan layanan jantung, kanker, stroke, dan penyakit berat lainnya akan membantu mengurangi beban pasien yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk berobat.
DPN ETH mendorong pemerintah pusat dan daerah memastikan rumah sakit yang menerima penguatan fasilitas tidak berhenti pada pengadaan alat. Ketersediaan tenaga ahli, pemeliharaan alat, obat-obatan, jadwal pelayanan, dan integrasi rujukan juga harus dipastikan.
Bagi DPN ETH, pelayanan kesehatan berkualitas tidak boleh hanya terkonsentrasi di kota besar. Masyarakat daerah berhak memperoleh layanan spesialistik yang aman, terjangkau, dan sedekat mungkin dengan tempat tinggal mereka.





