Limbah Sawit Berpotensi Jadi Sumber Energi dan Biopestisida, DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru Dorong Inovasi Perkebunan
PEKANBARU, 1 NOVEMBER 2026 - Limbah perkebunan kelapa sawit berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi pengolahan limbah tersebut mendapat perhatian setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) mendampingi masyarakat Desa Cicareuh, Sukabumi, dalam mengolah limbah sawit menjadi bioenergi dan bahan biopestisida....
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
PEKANBARU, 1 NOVEMBER 2026 – Limbah perkebunan kelapa sawit berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi pengolahan limbah tersebut mendapat perhatian setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) mendampingi masyarakat Desa Cicareuh, Sukabumi, dalam mengolah limbah sawit menjadi bioenergi dan bahan biopestisida.
Program pendampingan yang diberitakan pada 31 Oktober 2026 itu memanfaatkan teknologi tepat guna agar limbah perkebunan tidak hanya menjadi sisa produksi, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Inovasi ini membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pemanfaatan hasil samping perkebunan. Pengolahan limbah juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperkuat praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., menilai inovasi pengolahan limbah sawit penting untuk terus dikembangkan, terutama di daerah yang memiliki aktivitas perkebunan kelapa sawit.
DPK mendorong pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan perkebunan, dan kelompok petani agar memperkuat kerja sama dalam menghadirkan teknologi yang mudah diterapkan serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut DPK, sektor sawit tidak seharusnya hanya berorientasi pada produksi tandan buah segar dan minyak sawit mentah. Pemanfaatan limbah, pengembangan produk turunan, serta pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari pembangunan industri perkebunan.
Riau sebagai salah satu daerah penting penghasil kelapa sawit memiliki peluang untuk mengembangkan inovasi serupa. Dengan pendampingan dan dukungan teknologi, limbah perkebunan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus mengurangi sisa produksi yang tidak termanfaatkan.
DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat diperluas melalui program pendampingan, pelatihan, dan dukungan pemasaran agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sumber: HaiSawit, 31 Oktober 2026, pemberitaan mengenai pendampingan ITB kepada masyarakat Desa Cicareuh, Sukabumi, dalam pengolahan limbah sawit menjadi bioenergi dan bahan biopestisida.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





