Menkes Minta Rumah Oksigen Benar-Benar Melayani Korban Karhutla, DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Pengawasan Pelayanan Kesehatan
Kementerian Kesehatan memperkuat pelayanan rumah oksigen dan distribusi bantuan medis bagi masyarakat terdampak kabut asap. DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong transparansi kesiapan fasilitas, pemerataan pelayanan, serta perlindungan kesehatan masyarakat. Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa BaratSenin, 26 Oktober 2026 HAMBALANG...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Kementerian Kesehatan memperkuat pelayanan rumah oksigen dan distribusi bantuan medis bagi masyarakat terdampak kabut asap. DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong transparansi kesiapan fasilitas, pemerataan pelayanan, serta perlindungan kesehatan masyarakat.
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Senin, 26 Oktober 2026
HAMBALANG — Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah memperkuat pengawasan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Perhatian tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat akibat paparan kabut asap, termasuk risiko gangguan pernapasan pada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.
Menkes Tekankan Kesiapan Rumah Oksigen
Pada Senin, 26 Oktober 2026, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa fasilitas rumah oksigen di wilayah terdampak karhutla harus benar-benar dapat digunakan masyarakat.
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Budi menjelaskan bahwa pemerintah memetakan sekitar 20-an kabupaten/kota dengan kualitas udara yang membutuhkan perhatian khusus.
Kemenkes mengarahkan penguatan ketersediaan tabung oksigen di puskesmas untuk mendukung penanganan awal pasien dengan gangguan pernapasan sebelum memerlukan rujukan rumah sakit.
Kementerian juga menyampaikan upaya penambahan obat-obatan bagi fasilitas pelayanan kesehatan terdampak.
Pemerintah Siapkan 477 Rumah Oksigen
Sebelumnya, pada 21 Oktober 2026, Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, melaporkan penyediaan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas lainnya.
Namun, jumlah fasilitas yang disediakan perlu dibedakan dari jumlah yang sudah beroperasi dengan perlengkapan dan tenaga kesehatan memadai.
Dalam perkembangan 23 Oktober 2026, Kementerian Kesehatan juga mengumumkan tambahan 137.000 masker N95 untuk Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Hingga tanggal tersebut, Kemenkes melaporkan penyaluran 1.210.230 masker ke sejumlah wilayah terdampak karhutla.
Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara buruk dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan yang memburuk.
Pernyataan Ketua Umum — Reza Prasatria Dharma
Reza Prasatria Dharma — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang.
Pengawasan organisasi diarahkan pada kepastian pelayanan kesehatan, transparansi distribusi bantuan medis, kesiapan rumah oksigen, serta perlindungan masyarakat yang memiliki risiko kesehatan tinggi akibat paparan kabut asap.
Pelayanan kesehatan perlu dievaluasi berdasarkan fasilitas yang benar-benar beroperasi, jumlah masyarakat yang memperoleh pelayanan, dan efektivitas penanganan pasien.
Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah menjelaskan berapa rumah oksigen yang telah beroperasi, bagaimana distribusi fasilitas kesehatan dilakukan, serta apakah puskesmas memiliki tenaga medis, tabung oksigen, dan obat-obatan yang memadai.
Empat Rekomendasi Perbaikan
Pertama, transparansi fasilitas kesehatan. Kemenkes bersama dinas kesehatan perlu memublikasikan data rumah oksigen yang beroperasi. Indikatornya jumlah fasilitas aktif, kapasitas, dan jam pelayanan.
Kedua, pemerataan bantuan medis. Pemerintah perlu memastikan distribusi masker, obat, dan perlengkapan kesehatan sesuai kebutuhan daerah. Indikatornya kesesuaian bantuan yang diterima dengan kebutuhan fasilitas.
Ketiga, penguatan layanan ISPA. Puskesmas dan rumah sakit perlu memperkuat pemeriksaan, penanganan awal, dan rujukan pasien. Indikatornya ketersediaan pelayanan serta waktu penanganan.
Keempat, pengawasan kesehatan lingkungan. Kemenkes bersama pemerintah daerah perlu menyediakan informasi kualitas udara dan edukasi pencegahan paparan asap secara berkala.
Rekomendasi tersebut diharapkan meningkatkan kesiapan pelayanan dan mengurangi risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Namun, pelaksanaannya perlu memperhatikan keterbatasan logistik, tenaga medis, kondisi geografis, serta kebutuhan pelayanan berbeda di setiap wilayah.
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong mahasiswa Indonesia menjalankan kontrol sosial secara konstruktif, berbasis data, damai, dan konstitusional, melalui kajian kesehatan masyarakat, pengawasan informasi publik, dan dialog dengan instansi terkait.
KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI
DEWAN PIMPINAN NASIONAL SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
Reza Prasatria Dharma
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
Lokasi Rilis: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026





