EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Ekonomi, Global

Pembiayaan Fintech ke UMKM Tumbuh 23,25 Persen, Pengusaha ETH: Modal Digital Harus Sehat dan Produktif

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 β€” Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan pembiayaan industri Pinjaman Daring atau Pindar kepada sektor UMKM merupakan perkembangan positif bagi perluasan akses modal. Namun, kemudahan memperoleh pembiayaan digital harus dibarengi kemampuan pengusaha menghitung biaya, menjaga...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 β€” Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan pembiayaan industri Pinjaman Daring atau Pindar kepada sektor UMKM merupakan perkembangan positif bagi perluasan akses modal. Namun, kemudahan memperoleh pembiayaan digital harus dibarengi kemampuan pengusaha menghitung biaya, menjaga arus kas, dan menggunakan dana untuk kegiatan produktif.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat pembiayaan Pindar kepada UMKM hingga Juni 2026 mencapai Rp35,12 triliun, tumbuh 23,25 persen secara tahunan. Nilai tersebut setara sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan Pindar sebesar Rp105,14 triliun. Tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 berada pada 4,26 persen. ([OJK][1])

banner 468x60

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai angka tersebut menunjukkan fintech semakin berperan sebagai alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal cepat.

Namun modal yang mudah diperoleh tidak boleh membuat pengusaha kehilangan disiplin. Pembiayaan digital harus digunakan untuk membuat usaha semakin besar, bukan menambah masalah keuangan baru.

FINTECH BISA MENJADI PINTU MODAL ALTERNATIF

Tidak semua UMKM dapat dengan cepat memperoleh kredit perbankan.

Sebagian pelaku usaha memiliki keterbatasan agunan, riwayat kredit yang pendek, atau kebutuhan modal yang mendesak.

Dalam kondisi tersebut, platform Pindar yang berizin dapat menjadi salah satu alternatif.

Pembiayaan dapat digunakan untuk:

  • membeli bahan baku;
  • menambah stok;
  • memenuhi pesanan;
  • membeli peralatan;
  • membiayai pemasaran;
  • atau memperbesar kapasitas produksi.

Asosiasi menilai fleksibilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan pembiayaan digital.

PERTUMBUHAN 23,25 PERSEN MENUNJUKKAN PERMINTAAN MODAL TINGGI

Pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM yang mencapai 23,25 persen menunjukkan kebutuhan modal dari usaha kecil masih besar.

Di sisi lain, kredit UMKM perbankan tumbuh lebih lambat dibandingkan kredit investasi dan korporasi.

Karena itu, fintech dapat membantu mengisi sebagian kesenjangan pembiayaan tersebut.

Namun Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menegaskan fintech sebaiknya menjadi pelengkap, bukan satu-satunya sumber modal bagi UMKM.

PENGUSAHA WAJIB MENGHITUNG BIAYA PEMBIAYAAN

Kemudahan proses tidak boleh membuat pengusaha mengabaikan biaya.

Sebelum mengambil pembiayaan, pelaku usaha harus memahami:

  • tingkat bunga atau manfaat ekonomi;
  • biaya layanan;
  • tenor;
  • denda;
  • jadwal pembayaran;
  • dan total kewajiban.

Pengusaha harus menghitung apakah keuntungan yang diperoleh dari penggunaan dana lebih besar daripada biaya pembiayaan.

Modal cepat tetapi terlalu mahal dapat menggerus keuntungan usaha.

JANGAN PAKAI MODAL USAHA UNTUK KONSUMSI

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengingatkan agar pembiayaan Pindar digunakan untuk kegiatan produktif.

Dana bisnis jangan dialihkan untuk konsumsi pribadi.

Jika pembiayaan dipakai membeli stok senilai Rp50 juta, pengusaha harus mempunyai perhitungan mengenai kapan stok tersebut terjual dan kapan uang kembali.

Penggunaan dana yang terukur akan meningkatkan kemampuan membayar kewajiban tepat waktu.

TWP90 4,26 PERSEN PERLU TETAP DIAWASI

OJK mencatat TWP90 industri Pindar pada Juni 2026 sebesar 4,26 persen, membaik dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 4,42 persen. ([OJK][2])

Asosiasi menilai perbaikan tersebut positif, tetapi risiko tetap harus diperhatikan.

Pertumbuhan pembiayaan yang cepat jangan sampai diikuti penurunan kualitas kredit.

Penyelenggara Pindar perlu memastikan analisis kelayakan tetap dijalankan secara bertanggung jawab.

Pengusaha juga tidak boleh mengambil pinjaman melebihi kemampuan usaha.

HINDARI GALI LUBANG TUTUP LUBANG

Salah satu risiko pembiayaan digital adalah penggunaan pinjaman baru untuk membayar pinjaman lama.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengingatkan pola seperti itu sangat berbahaya.

Jika arus kas usaha sudah tidak mampu membayar kewajiban, pengusaha harus mengevaluasi struktur bisnis dan utangnya.

Menambah pinjaman tanpa memperbaiki arus kas hanya akan memperbesar masalah.

PASTIKAN PENYELENGGARA BERIZIN OJK

Pelaku usaha harus menggunakan penyelenggara Pindar yang legal dan berada dalam pengawasan OJK.

Jangan tergiur tawaran pinjaman melalui pesan singkat, media sosial, atau aplikasi yang tidak jelas.

Pengusaha perlu membaca seluruh perjanjian sebelum menyetujui pembiayaan.

Data pribadi juga harus dijaga.

Jangan memberikan PIN, OTP, password, atau akses akun kepada pihak lain.

PEMBIAYAAN HARUS TERHUBUNG DENGAN PASAR

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pembiayaan akan jauh lebih sehat jika diberikan kepada usaha yang sudah memiliki pasar.

Misalnya, UMKM memiliki kontrak pemasok, pesanan marketplace, atau transaksi rutin.

Dalam kondisi tersebut, kebutuhan modal memiliki tujuan yang jelas.

Dana digunakan untuk memenuhi permintaan yang sudah ada.

Karena itu, Asosiasi mendorong pengembangan pembiayaan digital berbasis:

kontrak β€” invoice β€” transaksi β€” arus kas β€” dan rantai pasok.

DATA DIGITAL BISA MEMBANTU PENILAIAN USAHA

UMKM kini semakin banyak menggunakan QRIS, marketplace, rekening bisnis, dan pembukuan digital.

Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kegiatan perusahaan.

Dengan perlindungan data dan persetujuan pengguna, informasi transaksi dapat membantu lembaga pembiayaan menilai kemampuan usaha secara lebih akurat.

Hal ini penting bagi pelaku usaha yang tidak memiliki aset besar untuk dijadikan agunan.

UMKM TETAP HARUS MASUK PERBANKAN

Meskipun fintech berkembang cepat, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM membangun hubungan dengan perbankan.

Bank menyediakan berbagai produk pembiayaan yang dapat lebih sesuai bagi kebutuhan investasi jangka panjang.

Fintech dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu, sedangkan bank dapat menjadi mitra ketika perusahaan mulai membesar.

Tujuan akhirnya adalah membuat UMKM semakin bankable.

TOTAL PEMBIAYAAN UMKM MASIH DIDOMINASI PERBANKAN

OJK mencatat total pembiayaan UMKM lintas sektor jasa keuangan hingga Juni 2026 mencapai Rp1.948,72 triliun, tumbuh 2,18 persen yoy.

Sekitar 82,44 persen dari nilai tersebut masih berasal dari sektor perbankan, sementara sektor PVML menyumbang 17,50 persen. Kredit UMKM perbankan sendiri mencapai Rp1.519,35 triliun. ([OJK][3])

Asosiasi menilai angka tersebut menunjukkan perbankan tetap menjadi fondasi utama pembiayaan UMKM.

Fintech harus memperkuat, bukan menggantikan, ekosistem tersebut.

UMKM TIDAK HANYA BUTUH UANG

OJK juga menilai tantangan UMKM tidak hanya terkait pembiayaan, tetapi mencakup kapasitas usaha, legalitas, pembukuan, akses pasar, serta keterhubungan dengan rantai pasok. ([OJK][3])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang sependapat.

Modal tanpa pasar dapat menjadi utang.

Modal tanpa pembukuan sulit dikendalikan.

Modal tanpa kemampuan manajemen dapat meningkatkan risiko.

Karena itu, pembiayaan harus berjalan bersama pendampingan.

ORGANISASI PENGUSAHA DAPAT MENJADI PENDAMPING

Asosiasi pengusaha dapat membantu anggota memahami pembiayaan digital.

Pendampingan dapat meliputi:

  • menghitung kebutuhan modal;
  • mengevaluasi kemampuan membayar;
  • membuat laporan keuangan;
  • memilih lembaga pembiayaan legal;
  • dan menentukan penggunaan dana.

Organisasi juga dapat mempertemukan UMKM dengan bank, fintech, investor, dan perusahaan besar.

UMKM HARUS MEMPUNYAI SKOR USAHA YANG BAIK

Asosiasi mendorong pengusaha menjaga riwayat pembayaran.

Keterlambatan pembayaran dapat memengaruhi akses pembiayaan berikutnya.

Karena itu, sebelum mengambil kredit, UMKM harus membuat proyeksi arus kas.

Jika cicilan Rp10 juta per bulan, perusahaan harus memastikan pendapatan bersih cukup untuk membayar kewajiban tersebut tanpa mengganggu operasional.

DIGITALISASI HARUS MENINGKATKAN DISIPLIN KEUANGAN

Transformasi digital seharusnya membantu UMKM menjadi lebih tertib.

Transaksi tercatat.

Pembukuan semakin rapi.

Stok dapat dipantau.

Utang dapat dikendalikan.

Asosiasi menilai teknologi harus dipakai untuk meningkatkan kualitas keputusan bisnis.

PENGUSAHA ETH DORONG ENAM AGENDA PEMBIAYAAN DIGITAL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong enam agenda:

  1. Gunakan Pindar hanya dari penyelenggara yang legal dan diawasi OJK.
  2. Pastikan pembiayaan digunakan untuk kegiatan produktif.
  3. Hitung bunga, biaya, tenor, dan kemampuan membayar sebelum berutang.
  4. Perluas pembiayaan berbasis transaksi, kontrak, dan rantai pasok UMKM.
  5. Hubungkan fintech dengan pembukuan digital serta peningkatan akses perbankan.
  6. Gabungkan pembiayaan dengan pendampingan, legalitas, dan akses pasar.

PENGUSAHA ETH: MODAL DIGITAL HARUS MEMBESARKAN USAHA

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan pembiayaan fintech kepada UMKM sebesar 23,25 persen merupakan peluang yang patut dimanfaatkan secara hati-hati.

Pengusaha membutuhkan modal.

Tetapi modal harus sehat.

Modal harus terukur.

Dan modal harus menghasilkan pendapatan.

β€œFintech dapat menjadi jalan cepat bagi UMKM mendapatkan modal. Tetapi jangan hanya melihat cepatnya pencairan. Hitung biayanya, gunakan untuk produksi, dan pastikan hasil usaha mampu membayar kewajiban.”

MODAL DIGITAL SEHAT, USAHA PRODUKTIF, UMKM NAIK KELAS, EKONOMI INDONESIA KUAT.

banner 336x280