EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Pemerintah Kejar 5.000 Kampung Nelayan, Satuan Nelayan ETH: Jangan Hanya Bangun Fisik, Buktikan Harga Ikan dan Pendapatan Nelayan Naik

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Pemerintah menargetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029. Tahun 2026 saja direncanakan 1.269 lokasi. Satuan Nelayan ETH menilai ukuran keberhasilan harus terlihat di kantong nelayan, bukan hanya pada jumlah bangunan yang diresmikan. HAMBALANG, 16 September 2026 — Pemerintah mempercepat...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Pemerintah menargetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029. Tahun 2026 saja direncanakan 1.269 lokasi. Satuan Nelayan ETH menilai ukuran keberhasilan harus terlihat di kantong nelayan, bukan hanya pada jumlah bangunan yang diresmikan.

HAMBALANG, 16 September 2026 — Pemerintah mempercepat pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga akhir 2029 dengan tujuan memperkuat daya tawar dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Program tersebut dirancang menghubungkan kegiatan penangkapan ikan dengan penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran hasil perikanan.

banner 468x60

Targetnya sangat besar.

Tetapi bagi Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang, pertanyaan terpenting bukan hanya:

Berapa kampung yang berhasil dibangun?

Melainkan:

Berapa nelayan yang penghasilannya benar-benar meningkat setelah program itu hadir?

Bangunan baru, cold storage, pabrik es, bengkel dan SPBN baru akan mempunyai arti apabila fasilitas tersebut benar-benar digunakan nelayan dan mampu memperbaiki posisi tawar mereka.

1.269 LOKASI DI 2026, NILAINYA SEKITAR RP10 TRILIUN

KKP menyatakan pekerjaan konstruksi KNMP pada 2026 direncanakan tersebar di 1.269 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. ANTARA melaporkan kebutuhan anggaran untuk pembangunan tersebut diperkirakan sekitar Rp10 triliun.

Angka sebesar itu menjadikan program KNMP bukan lagi proyek kecil.

Karena itu, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai masyarakat perlu dapat melihat secara terbuka:

lokasi pembangunan, nilai anggaran setiap lokasi, fasilitas yang dibangun, pelaksana pekerjaan, jadwal penyelesaian serta siapa yang mengelola aset setelah pembangunan selesai.

Transparansi diperlukan agar proyek yang menggunakan anggaran besar benar-benar mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan nelayan.

Jangan sampai anggarannya besar, bangunannya berdiri, tetapi persoalan nelayan tetap sama.

NELAYAN LEMAH DAYA TAWAR KARENA IKAN HARUS CEPAT DIJUAL

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan keterbatasan fasilitas membuat nelayan sering harus segera menjual ikan sebelum kualitasnya turun atau ikan membusuk. Pemerintah berharap KNMP dengan fasilitas rantai dingin dan pemasaran dapat meningkatkan daya tawar nelayan.

Persoalan itu memang sangat dekat dengan kehidupan nelayan.

Ketika kapal mendarat membawa ikan, waktu menjadi musuh.

Jika tidak ada cold storage atau pabrik es, nelayan menghadapi tekanan untuk segera menjual hasil tangkapan.

Dalam kondisi tersebut, kekuatan tawar berpindah ke pembeli.

Nelayan membutuhkan uang. Ikan tidak dapat menunggu. Harga akhirnya mudah ditekan.

Karena itu Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai fasilitas penyimpanan bukan sekadar bangunan pelengkap.

Cold storage dapat menjadi alat memperkuat posisi tawar nelayan jika aksesnya murah, mudah dan benar-benar berada dalam kendali kepentingan masyarakat nelayan.

ADA PABRIK ES, COLD STORAGE, SPBN DAN TEMPAT PELELANGAN

Pemerintah menyebut KNMP dirancang menyediakan fasilitas antara lain tempat pelelangan ikan, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Penguatan koperasi juga direncanakan sebagai bagian dari perluasan akses pasar.

Di atas kertas, fasilitas tersebut menyentuh persoalan utama nelayan.

Tetapi tahap paling penting justru datang setelah pembangunan selesai.

Siapa yang mengoperasikan pabrik es?

Berapa harga es untuk nelayan?

Siapa mengelola cold storage?

Berapa biaya penyimpanannya?

Apakah BBM di SPBN tersedia secara konsisten?

Apakah semua nelayan dapat menggunakan fasilitas atau hanya kelompok tertentu?

Bagaimana penetapan harga di tempat pelelangan?

Jawaban atas pertanyaan itulah yang menentukan apakah KNMP benar-benar menjadi kampung nelayan atau hanya kumpulan bangunan baru di kawasan pesisir.

TARGET NILAI TUKAR NELAYAN 120 PADA 2027

Pemerintah menyatakan menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai 120 pada 2027. ANTARA melaporkan NTN nasional pada Agustus 2026 tercatat 109,04, meningkat 0,50 persen dari 108,49 pada Juli. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh komoditas tongkol, kembung, udang laut dan teri.

Angka NTN penting karena menggambarkan perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan dengan pengeluaran yang mereka tanggung.

Namun Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai statistik nasional tetap perlu dipertemukan dengan kenyataan di pelabuhan dan desa pesisir.

Apakah nelayan masih kesulitan BBM?

Apakah harga ikan di tingkat kapal masih rendah?

Apakah biaya perbekalan naik?

Apakah nelayan masih berutang untuk bisa berangkat?

Angka boleh meningkat, tetapi kesejahteraan harus bisa dirasakan di rumah keluarga nelayan.

JANGAN BANGUN COLD STORAGE YANG AKHIRNYA MATI

Indonesia mempunyai pengalaman dengan berbagai fasilitas publik yang dibangun tetapi kemudian tidak optimal karena masalah listrik, biaya operasional, pengelolaan atau minimnya volume usaha.

Karena itu, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mendorong agar setiap KNMP mempunyai rencana bisnis dan pengelolaan setelah konstruksi selesai.

Pemerintah perlu mengukur setidaknya:

berapa ton ikan masuk setiap hari, berapa kapasitas penyimpanan yang terpakai, berapa harga ikan sebelum dan setelah fasilitas beroperasi, serta seberapa besar peningkatan pendapatan nelayan.

Jangan hanya menghitung jumlah gedung.

Hitung manfaatnya.

KOPERASI JANGAN HANYA JADI NAMA DI PAPAN DEPAN

Pemerintah juga menjadikan penguatan koperasi sebagai bagian dari ekosistem KNMP untuk memperluas akses pasar hasil tangkapan nelayan.

Satuan Nelayan ETH menilai koperasi dapat menjadi instrumen penting apabila benar-benar dikelola secara profesional dan transparan.

Koperasi seharusnya mampu membantu nelayan mendapatkan:

BBM, es, perbekalan, pembiayaan, penyimpanan ikan, pemasaran hingga akses pembeli yang lebih luas.

Tetapi pengelolaannya harus terbuka.

Nelayan sebagai anggota harus mengetahui pemasukan, pengeluaran, harga beli ikan dan keuntungan usaha.

Koperasi nelayan harus membuat nelayan lebih kuat, bukan sekadar menambah satu lembaga baru di desa.

UJI COBA SUDAH MENGIRIM IKAN KELUAR DAERAH

Salah satu KNMP di Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Agustus 2026 disebut telah mengirim delapan ton ikan berkualitas ekspor ke luar daerah pada tahap uji coba dengan dukungan cold storage, pabrik es dan dermaga.

Contoh tersebut menunjukkan fasilitas dapat membuka jalur pemasaran.

Tetapi keberhasilan program nasional akan membutuhkan ukuran yang lebih luas.

Bukan hanya tonase ikan.

Satuan Nelayan ETH menilai pemerintah juga perlu mempublikasikan:

harga beli dari nelayan sebelum dan sesudah KNMP, peningkatan pendapatan, jumlah nelayan pengguna fasilitas serta pengurangan biaya operasional.

Dengan begitu masyarakat dapat melihat apakah manfaat ekonomi benar-benar sampai kepada nelayan.

SATUAN NELAYAN ETH: 5.000 KAMPUNG HARUS BERARTI 5.000 PUSAT EKONOMI NELAYAN

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang target pembangunan 5.000 KNMP merupakan program besar yang perlu dikawal dari proses pembangunan sampai pengoperasian.

Yang dibutuhkan nelayan bukan sekadar proyek.

Yang dibutuhkan adalah sistem ekonomi pesisir yang membuat mereka mempunyai posisi tawar lebih kuat.

BBM mudah diperoleh.

Es tersedia.

Ikan bisa disimpan.

Harga transparan.

Pasar terbuka.

Koperasi berjalan.

Dan nelayan membawa penghasilan yang lebih layak pulang ke rumah.

Jika semua itu tercapai, KNMP dapat menjadi instrumen penting penguatan ekonomi pesisir.

Namun jika hanya mengejar angka pembangunan, manfaatnya belum tentu otomatis dirasakan nelayan.

JANGAN UKUR KEBERHASILAN DARI GUNTING PITA

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kampung nelayan seharusnya diukur dari perubahan kehidupan masyarakat setelah program berjalan.

Jangan hanya tanya berapa proyek selesai.

Tanyakan juga:

Apakah harga ikan naik?
Apakah biaya melaut turun?
Apakah nelayan terbebas dari tekanan menjual murah?
Apakah pendapatan keluarga meningkat?

Karena tujuan akhir pembangunan sektor perikanan bukan membangun gedung di tepi laut.

Tujuan akhirnya adalah membuat nelayan Indonesia lebih kuat dan lebih sejahtera.

SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG

“KUAT BERSAMA, TANGGUH DI LAUT”

Hambalang, 16 September 2026

banner 336x280