PPI Waharia Nabire Dibenahi, Cold Storage 60 Ton dan Dermaga Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nelayan
Hambalang, Kabupaten Bogor — Jumat, 25 September 2026 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah mulai membenahi fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Waharia, Kabupaten Nabire untuk meningkatkan pelayanan pelabuhan dan mendukung aktivitas nelayan. Perkembangan ini diberitakan ANTARA pada 25 September...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor — Jumat, 25 September 2026 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah mulai membenahi fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Waharia, Kabupaten Nabire untuk meningkatkan pelayanan pelabuhan dan mendukung aktivitas nelayan. Perkembangan ini diberitakan ANTARA pada 25 September 2026.
FAKTA TERBARU
PPI Waharia memiliki tiga unit fasilitas penyimpanan dingin dengan kapasitas masing-masing 20 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan mencapai 60 ton. Menurut DKP Papua Tengah, dua unit telah selesai diperbaiki dan sedang masuk tahap uji coba. Fasilitas ice plant juga sedang diperbaiki dan diuji untuk mendukung penanganan hasil tangkapan nelayan.
DKP Papua Tengah juga sedang menyiapkan perencanaan pembangunan fisik PPI Waharia, termasuk pembangunan dermaga. Studi dilakukan pada 2026, sedangkan pembangunan fisik diharapkan dapat dilaksanakan pada 2027 apabila perencanaannya selesai.
PERNYATAAN PIHAK TERKAIT
Kepala DKP Papua Tengah Carlos Matuan mengatakan pembenahan PPI Waharia merupakan bagian dari program prioritas pemerintah provinsi untuk mengoptimalkan fasilitas pelabuhan perikanan yang sudah ada. Ia menjelaskan fasilitas penyimpanan dingin sebelumnya cukup lama tidak beroperasi setelah terjadi perubahan kewenangan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.
Carlos juga menyebut desain dermaga harus menyesuaikan kondisi gelombang. Dermaga yang terlalu pendek dinilai dapat menyulitkan kapal ketika melakukan pendaratan hasil tangkapan karena masih terpengaruh gelombang dari laut.
DAMPAK BAGI NELAYAN
Pembenahan cold storage dan ice plant dapat memberi dampak langsung bagi nelayan apabila fasilitas tersebut benar-benar beroperasi secara konsisten. Ikan yang baru didaratkan membutuhkan penanganan dingin agar mutu tetap terjaga, terutama ketika hasil tangkapan belum langsung terserap pasar.
Dengan kapasitas penyimpanan hingga 60 ton, PPI Waharia berpotensi menjadi pusat penanganan hasil tangkapan yang lebih kuat bagi nelayan Nabire. Namun manfaat tersebut akan sangat bergantung pada tarif penyimpanan, ketersediaan listrik, kontinuitas operasional, ketersediaan es serta akses nelayan kecil terhadap fasilitas tersebut.
ANALISIS SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG
Analisis: perbaikan PPI Waharia menjadi semakin penting karena Papua Tengah sedang menyiapkan jaringan KNMP yang diarahkan terhubung dengan PPI sebagai pusat pemasaran ikan. Sehari sebelumnya, DKP Papua Tengah menyampaikan bahwa hasil tangkapan dari KNMP penyangga akan dikumpulkan melalui KNMP Hub sebelum dibawa ke PPI untuk dipasarkan.
Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang bahwa revitalisasi pelabuhan harus diukur dari dampaknya pada ekonomi nelayan, bukan semata-mata dari selesainya bangunan dan fasilitas.
Ukuran keberhasilan yang perlu dilihat antara lain: apakah kehilangan mutu ikan berkurang, harga jual meningkat, biaya es menurun, waktu bongkar semakin cepat dan akses nelayan kecil terhadap fasilitas menjadi lebih mudah.
PRODUKSI PERIKANAN PAPUA TENGAH
DKP Papua Tengah menyebut produksi perikanan tangkap Papua Tengah pada 2026 mencapai 26.116 ton, berasal dari perairan laut dan perairan umum daratan. Produksi laut terutama berasal dari Nabire dan Mimika yang berada pada WPP 717 dan WPP 718.
Angka produksi tersebut menunjukkan kebutuhan fasilitas pendaratan, penyimpanan dan pemasaran yang memadai menjadi semakin penting agar hasil tangkapan tidak kehilangan nilai setelah sampai di darat.
YANG PERLU DIKAWAL SATUAN NELAYAN ETH
Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang perlu memantau jadwal pengoperasian dua cold storage yang sudah diperbaiki, perbaikan unit ketiga, kapasitas dan operasional ice plant, tarif pelayanan, kebutuhan listrik, akses nelayan kecil, rencana pembangunan dermaga serta keterhubungan PPI Waharia dengan jaringan KNMP dan pasar ikan.
Selain itu, perlu dikawal bagaimana mekanisme pemasaran ikan nantinya dijalankan. Peningkatan kapasitas penyimpanan seharusnya memperkuat posisi tawar nelayan, bukan justru membuat nelayan bergantung pada segelintir pembeli.





