EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Semeru Catat 21 Gempa Letusan dalam Enam Jam, Satuan Mahasiswa ETH: Mahasiswa Harus Jadi Kekuatan Edukasi dan Mitigasi Bencana

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

LUMAJANG, 28 Agustus 2026 — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian setelah tercatat **21 kali gempa letusan atau erupsi hanya dalam kurun enam jam**, Jumat (28/8/2026). Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

LUMAJANG, 28 Agustus 2026 — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian setelah tercatat **21 kali gempa letusan atau erupsi hanya dalam kurun enam jam**, Jumat (28/8/2026). Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH) mengajak mahasiswa meningkatkan kesiapsiagaan serta mengambil peran dalam edukasi dan mitigasi bencana di tengah masyarakat.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, 21 gempa letusan tersebut terekam pada periode **pukul 00.00–06.00 WIB**, dengan amplitudo 10–22 milimeter dan durasi 67–120 detik. Selain itu, tercatat dua gempa guguran, dua gempa hembusan dan dua gempa tektonik jauh. ([Antara News Megapolitan][1])

banner 468x60

Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, **Reza Prasatria Dharma**, menilai perkembangan tersebut mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki ruang besar untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

**“Mahasiswa jangan hanya bergerak ketika bencana sudah menimbulkan korban. Kita harus hadir sejak tahap pencegahan melalui edukasi, penyebaran informasi yang benar, peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan budaya sadar bencana di masyarakat,”** kata Reza dalam draf pernyataan Satuan Mahasiswa ETH, Jumat (28/8/2026).

### Semeru Berstatus Level III atau Siaga

Hingga perkembangan Jumat pagi, aktivitas Gunung Semeru masih berada pada **Level III (Siaga)**.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan kondisi visual gunung terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati. Cuaca saat pengamatan dilaporkan cerah dengan angin lemah menuju tenggara dan selatan. ([Antara News Megapolitan][1])

Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh **13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi**.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak **500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan** karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. ([Antara News Megapolitan][1])

Masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius **lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru** karena risiko lontaran batu pijar.

### Waspadai Awan Panas, Guguran Lava dan Lahar

Peringatan juga diberikan terhadap potensi awan panas, guguran lava dan lahar pada sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain sepanjang **Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat**, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan. ([Antara News Megapolitan][1])

Satuan Mahasiswa ETH mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai aktivitas gunung api yang tidak dapat diverifikasi.

**“Dalam situasi bencana, informasi yang salah dapat menimbulkan kepanikan. Mahasiswa harus menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang membantu menyebarkan informasi resmi, bukan ikut memperbesar kabar yang belum diketahui kebenarannya,”** ujar Reza.

### Pendakian Semeru Ditutup Total

Perkembangan aktivitas Semeru terjadi ketika jalur pendakian gunung tersebut juga sedang ditutup.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberlakukan **penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026** akibat kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang. Para pendaki yang berada di kawasan tersebut dilaporkan telah turun pada Kamis (27/8/2026). ([Antara News Megapolitan][1])

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat dan wisatawan mematuhi seluruh pembatasan yang ditetapkan otoritas terkait demi keselamatan.

### Kampus Bisa Menjadi Pusat Mitigasi Bencana

Satuan Mahasiswa ETH menilai perguruan tinggi mempunyai sumber daya besar untuk membantu meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

Mahasiswa dari bidang geologi, teknik, kesehatan, komunikasi, psikologi, teknologi informasi dan berbagai disiplin ilmu lainnya dapat berkolaborasi dalam edukasi kebencanaan.

Kampus juga dapat memperkuat program relawan mahasiswa, simulasi evakuasi, penelitian kebencanaan, pemetaan wilayah risiko serta pengembangan teknologi peringatan dan penyebaran informasi.

**“Ilmu yang diperoleh mahasiswa harus bisa menjawab persoalan masyarakat. Ketika kita hidup di negara dengan risiko bencana yang tinggi, literasi kebencanaan seharusnya menjadi bagian dari pengetahuan dasar generasi muda,”** kata Reza.

### Satuan Mahasiswa ETH Dorong Gerakan Mahasiswa Siaga Bencana

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia membangun budaya **siaga sebelum bencana, tanggap ketika bencana terjadi dan terlibat dalam pemulihan setelah bencana**.

Namun keterlibatan mahasiswa sebagai relawan harus dilakukan melalui koordinasi dengan lembaga resmi dan memperhatikan standar keselamatan.

Reza mengingatkan mahasiswa tidak memasuki kawasan berbahaya hanya demi mendapatkan dokumentasi atau konten media sosial.

**“Menjadi relawan bukan berarti mengabaikan keselamatan. Jangan memasuki zona berbahaya tanpa kewenangan, kemampuan dan perlengkapan. Bantuan yang baik adalah bantuan yang terkoordinasi dan tidak menambah persoalan bagi petugas di lapangan,”** ujarnya.

### Dari Kampus untuk Keselamatan Rakyat

Satuan Mahasiswa ETH berharap perkembangan aktivitas Gunung Semeru menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan.

Menurut Reza, mahasiswa memiliki posisi strategis karena berada di antara dunia ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.

**“Mahasiswa harus hadir bukan hanya dengan suara kritis, tetapi juga dengan ilmu, tenaga dan kepedulian. Ketika masyarakat menghadapi ancaman bencana, kampus dan mahasiswa harus menjadi bagian dari kekuatan yang membantu melindungi keselamatan rakyat,”** pungkas Reza.

**Sumber fakta:** Laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru/PVMBG sebagaimana diberitakan ANTARA pada **Jumat, 28 Agustus 2026**, pukul 08.02 WIB dan diperbarui jaringan ANTARA pada pagi hari. ([Antara News Megapolitan][1])

* [Antara News Megapolitan](https://megapolitan.antaranews.com/berita/547196/gunung-semeru-alami-21-kali-gempa-letusan-selama-enam-jam-terakhir-pada-jumat?utm_source=chatgpt.com)
* [Antara News Jawa Timur](https://jatim.antaranews.com/berita/1093791/gunung-semeru-alami-21-kali-gempa-letusan-selama-enam-jam?utm_source=chatgpt.com)
* [Media Indonesia](https://mediaindonesia.com/nusantara/926933/gunung-semeru-alami-21-kali-gempa-letusan-status-masih-level-iii-siaga?utm_source=chatgpt.com)

**Catatan Redaksi:** Kutipan atas nama **Reza Prasatria Dharma** dalam naskah di atas merupakan **draf pernyataan editorial Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang**, bukan kutipan publik yang telah diverifikasi. Kutipan tersebut perlu mendapat persetujuan Reza/Satuan Mahasiswa ETH sebelum diterbitkan sebagai pernyataan langsung.

[1]: https://megapolitan.antaranews.com/berita/547196/gunung-semeru-alami-21-kali-gempa-letusan-selama-enam-jam-terakhir-pada-jumat?utm_source=chatgpt.com “Gunung Semeru alami 21 kali gempa letusan selama enam jam terakhir pada Jumat – ANTARA News Megapolitan”

banner 336x280