Serapan Beras Bulog Capai 3,7 Juta Ton, DPN ETH: Cadangan Pangan Kuat Harus Berjalan Bersama Kesejahteraan Petani
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Kamis, 3 September 2026. Tingginya penyerapan hasil produksi petani oleh Perum Bulog menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH). Organisasi menilai penguatan cadangan pangan nasional harus sekaligus memberikan kepastian pasar dan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Kamis, 3 September 2026. Tingginya penyerapan hasil produksi petani oleh Perum Bulog menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH). Organisasi menilai penguatan cadangan pangan nasional harus sekaligus memberikan kepastian pasar dan harga yang layak bagi petani.
Fakta Terverifikasi Terbaru
Perum Bulog pada 2 September 2026 melaporkan realisasi penyerapan beras telah mencapai sekitar 3,7 juta ton dari target 4 juta ton sepanjang 2026, atau sekitar 92,5 persen dari target. Bulog menyatakan penyerapan akan terus dilakukan untuk memenuhi target tersebut.
Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog dan gudang mitra saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton. Bulog menyebut kapasitas penyimpanan masih tersedia dan stok tersebut dapat digunakan berdasarkan penugasan pemerintah, termasuk untuk stabilisasi harga dan operasi pasar.
Perkembangan daerah juga menunjukkan penyerapan yang besar. Bulog Lampung melaporkan telah menyerap sekitar 427 ribu ton gabah petani, setara 218.631 ton beras. ([Antara News][2]) Sementara di Sulawesi Tenggara, penyerapan hingga Agustus mencapai 168.568 ton gabah dari target 233.534 ton pada 2026.
Penyerapan gabah dan beras sepanjang tahun merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog untuk menjaga harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.
Sikap DPN Elang Tiga Hambalang
DPN Elang Tiga Hambalang mengapresiasi besarnya serapan produksi dalam negeri, tetapi menilai capaian jutaan ton beras tersebut harus dibaca bersama kondisi ekonomi petani sebagai produsen pangan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa ketahanan pangan yang kuat seharusnya menghasilkan kepastian bagi petani bahwa hasil panennya mempunyai pasar dan memberikan pendapatan yang layak.
Menurut pandangan DPN ETH, kebijakan pangan perlu menjaga keseimbangan: petani jangan menerima harga terlalu rendah, sementara masyarakat juga harus memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menilai besarnya stok nasional perlu diikuti pengelolaan gudang dan distribusi yang efektif. Pemerintah perlu memastikan kualitas beras tetap terjaga dan cadangan dapat segera digunakan ketika suatu daerah mengalami tekanan pasokan atau harga.
DPN ETH juga mendorong penguatan fasilitas pascapanen di sentra produksi, termasuk pengering, gudang, penggilingan, akses transportasi dan informasi harga. Infrastruktur tersebut penting agar petani memiliki posisi tawar lebih baik dan kehilangan hasil setelah panen dapat ditekan.
Bagi DPN Elang Tiga Hambalang, ketahanan pangan nasional tidak cukup diukur dari banyaknya beras di gudang. Ketahanan pangan yang berkelanjutan juga harus terlihat dari petani yang tetap mampu hidup layak dari pekerjaannya.
Dari Hambalang untuk Indonesia — kuatkan cadangan pangan, lindungi harga petani, dan jaga beras tetap terjangkau bagi rakyat.





