Teknologi AI Berkembang, DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Perlindungan Lapangan Kerja dan Peningkatan Kompetensi Pemuda
Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menempatkan penguatan keterampilan generasi muda, pemerataan kesempatan kerja, dan pengawasan program ketenagakerjaan sebagai bagian penting kontrol sosial mahasiswa. Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ā Minggu, 1 November 2026 (WIB)....
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menempatkan penguatan keterampilan generasi muda, pemerataan kesempatan kerja, dan pengawasan program ketenagakerjaan sebagai bagian penting kontrol sosial mahasiswa.
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ā Minggu, 1 November 2026 (WIB).
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi otomatisasi menghadirkan peluang peningkatan produktivitas sekaligus tantangan bagi kesiapan tenaga kerja Indonesia.
Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri memperkuat pelatihan keterampilan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Pemanfaatan Teknologi Perlu Memperhatikan Kesempatan Kerja
Dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia III di Jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengingatkan pelaku usaha agar pemanfaatan teknologi baru diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap memperhatikan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Menurut pemberitaan ANTARA yang diterbitkan pada 31 Oktober 2026 pukul 20.01 WIB, Rahayu menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi ketenagakerjaan Indonesia ketika mengadopsi teknologi dari negara lain.
Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi perubahan teknologi.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan mengenai risiko penerapan teknologi, bukan temuan bahwa sejumlah pekerjaan tertentu telah hilang akibat AI.
Data Ketenagakerjaan dan Program Pemerintah
Badan Pusat Statistik dalam rilis 5 Agustus 2026 mencatat tingkat pengangguran terbuka Indonesia pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang.
Angka tersebut menggambarkan kondisi ketenagakerjaan pada Mei 2026 dan tidak secara khusus mengukur dampak AI terhadap pekerjaan.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan melalui publikasi 23 Oktober 2026 menjelaskan pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 yang dijadwalkan dimulai pada 28 Oktober 2026.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan dunia kerja dan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran pelatihan.
Pernyataan Ketua Umum ā Reza Prasatria Dharma
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, di bawah kepemimpinan Reza Prasatria Dharma selaku Ketua Umum, menempatkan perlindungan kesempatan kerja dan pengembangan kompetensi pemuda sebagai prioritas pengawasan pembangunan sumber daya manusia.
Pemanfaatan teknologi perlu disertai peningkatan keterampilan, kesempatan pelatihan yang adil, dan evaluasi terhadap manfaat program pemerintah.
Pengawasan mahasiswa harus dilakukan secara konstruktif, damai, serta berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa
Bagaimana pemerintah memetakan keterampilan yang dibutuhkan industri?
Berapa banyak peserta pelatihan yang memperoleh sertifikasi dan pekerjaan?
Apakah perusahaan menyediakan pelatihan ulang ketika menerapkan teknologi baru?
Bagaimana pemerintah memastikan kesempatan pelatihan dapat diakses pemuda di berbagai daerah?
Empat Langkah Perbaikan
Pertama, pemetaan kebutuhan keterampilan. Kemnaker bersama dunia industri perlu memperbarui data kompetensi yang dibutuhkan. Indikatornya adalah informasi kebutuhan tenaga kerja yang dapat diperiksa.
Kedua, penguatan pelatihan vokasi. Pemerintah perlu memperluas akses pelatihan berbasis teknologi. Indikatornya jumlah peserta, kelulusan kompetensi, dan penempatan kerja.
Ketiga, kemitraan perguruan tinggi dan industri. Kampus perlu memperkuat magang serta pembelajaran teknologi sesuai kebutuhan pekerjaan.
Keempat, evaluasi dampak otomatisasi. Kemnaker dan perusahaan perlu memantau perubahan kebutuhan tenaga kerja serta menyediakan kesempatan peningkatan keterampilan.
Langkah tersebut berpotensi memperkuat kesiapan pemuda. Namun, keberhasilannya tetap dipengaruhi ketersediaan lapangan pekerjaan, kemampuan industri, dan perubahan kebutuhan kompetensi.
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang memandang keberhasilan transformasi teknologi perlu dinilai melalui produktivitas, peningkatan kompetensi, serta kesempatan kerja yang dapat diukur.
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
REZA PRASATRIA DHARMA
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1 November 2026
KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI





