EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang: Kritik kepada Pemerintah Harus Menjadi Kekuatan Koreksi, Bukan Sekadar Keramaian Politik **BOGOR, JAWA BARAT —** Menguatnya kembali gerakan mahasiswa dalam menyuarakan berbagai persoalan nasional mendapat perhatian **Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH)**. **Ketua Umum Satuan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang: Kritik kepada Pemerintah Harus Menjadi Kekuatan Koreksi, Bukan Sekadar Keramaian Politik

**BOGOR, JAWA BARAT —** Menguatnya kembali gerakan mahasiswa dalam menyuarakan berbagai persoalan nasional mendapat perhatian **Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH)**.

banner 468x60

**Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma**, menilai mahasiswa mempunyai tanggung jawab moral dan intelektual untuk tetap menjadi kekuatan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan, sekaligus menjaga agar setiap kritik yang disampaikan didasarkan pada **fakta, data, kajian, serta kepentingan masyarakat luas**.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi **Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI)** bertajuk **#MerebutKemerdekaan** di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada **18 Agustus 2026**.

Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa delapan tuntutan yang menyentuh sejumlah persoalan nasional, antara lain pemberantasan korupsi, reforma agraria, harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi Proyek Strategis Nasional, program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, otonomi daerah, penanganan bencana, hingga persoalan ruang sipil.

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, munculnya aspirasi dari kalangan mahasiswa merupakan bagian yang sah dari kehidupan demokrasi sepanjang dilakukan secara damai dan berdasarkan ketentuan hukum.

> **“Mahasiswa tidak boleh kehilangan keberanian untuk berbicara ketika melihat persoalan bangsa. Tetapi keberanian itu harus berjalan bersama kecerdasan, data, kajian dan tanggung jawab. Kritik mahasiswa harus memberikan arah dan solusi, bukan sekadar menghasilkan kegaduhan.”**

Demikian pernyataan yang didorong **Reza Prasatria Dharma** sebagai Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang.

# MAHASISWA BUKAN PENONTON KEKUASAAN

Reza menilai sejarah perjalanan Indonesia menunjukkan mahasiswa mempunyai peranan penting dalam berbagai perubahan sosial dan politik.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh ditempatkan hanya sebagai kelompok yang belajar di ruang perkuliahan tanpa mempunyai kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Kebijakan ekonomi, pendidikan, hukum, lingkungan hidup, ketenagakerjaan hingga tata kelola pemerintahan pada akhirnya akan berdampak langsung kepada generasi muda.

**Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menegaskan mahasiswa bukan penonton kekuasaan.**

Namun, fungsi kontrol sosial tersebut menurut Reza juga tidak boleh berubah menjadi keberpihakan politik praktis yang menghilangkan independensi organisasi mahasiswa.

> **“Kita harus berani mengkritik kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, tetapi kita juga harus berani mengakui apabila terdapat kebijakan pemerintah yang memang memberikan manfaat. Mahasiswa harus independen, bukan menjadi alat kekuasaan dan bukan pula menjadi alat kepentingan politik tertentu.”**

# DELAPAN TUNTUTAN BEM UI JADI BAHAN DISKUSI NASIONAL

Aksi BEM UI pada 18 Agustus membawa delapan tuntutan yang meliputi isu korupsi, reforma agraria, kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi sejumlah program pemerintah, hubungan pusat dan daerah, penanganan bencana, serta peran TNI-Polri di ruang sipil.

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang memandang tuntutan organisasi mahasiswa lain merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dan tidak serta-merta menjadi sikap resmi Satuan Mahasiswa ETH.

Satuan Mahasiswa ETH akan tetap melakukan kajian terhadap setiap isu secara independen.

Menurut Reza, sikap tersebut penting karena mahasiswa tidak boleh hanya mengikuti arus opini yang sedang berkembang.

Setiap kebijakan harus dibedah berdasarkan dasar hukum, tujuan, anggaran, pelaksanaan, dampak terhadap masyarakat serta hasil yang telah dicapai.

# KRITIK PEMERINTAH HARUS DISERTAI SOLUSI

Satuan Mahasiswa ETH mendorong perubahan pola gerakan mahasiswa dari sekadar **“menolak”** menjadi gerakan yang mampu menawarkan alternatif kebijakan.

Apabila mahasiswa menilai terdapat persoalan dalam suatu kebijakan pemerintah, maka kritik idealnya disertai:

1. **Data dan fakta yang dapat diverifikasi.**
2. Kajian akademik mengenai persoalan yang dikritik.
3. Analisis dampak terhadap masyarakat.
4. Dasar hukum dan konstitusional.
5. Alternatif kebijakan atau solusi yang realistis.
6. Mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan.
7. Ruang dialog antara mahasiswa, pemerintah dan masyarakat.

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, cara tersebut akan membuat gerakan mahasiswa mempunyai kekuatan intelektual yang jauh lebih besar.

> **“Kalau kita mengatakan sebuah kebijakan salah, mahasiswa harus mampu menjelaskan di mana letak kesalahannya. Kalau kita meminta kebijakan diubah, mahasiswa juga harus mampu menawarkan apa yang seharusnya dilakukan.”**

# PEMERINTAH JANGAN ANTIPATI TERHADAP KRITIK

Di sisi lain, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah dan seluruh aparat negara untuk tidak memandang kritik mahasiswa sebagai ancaman.

Kemerdekaan menyampaikan pendapat mendapat perlindungan konstitusional di Indonesia, dengan pelaksanaannya tetap tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Reza mendorong pemerintah membangun ruang dialog yang lebih terbuka dengan mahasiswa.

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab justru dapat menjadi **sistem peringatan dini** bagi pemerintah apabila terdapat kebijakan yang menimbulkan persoalan di masyarakat.

**“Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang tidak pernah dikritik. Pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang mampu mendengar, menjawab dengan data dan memperbaiki apabila memang terdapat kekurangan,”** demikian sikap yang didorong Reza.

# WASPADA HOAKS DI TENGAH GERAKAN MAHASISWA

Satuan Mahasiswa ETH juga memberikan perhatian khusus terhadap penyebaran informasi keliru di media sosial yang mengatasnamakan atau dikaitkan dengan aksi mahasiswa.

ANTARA pada **5 Agustus 2026** melakukan pemeriksaan terhadap sebuah video yang diklaim menunjukkan demonstrasi terkini di Jakarta pada 31 Juli 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan rekaman tersebut sebenarnya berasal dari aksi mahasiswa pada **12 Juni 2026** dan diedarkan kembali dengan konteks yang menyesatkan.

ANTARA sebelumnya juga memeriksa video yang diklaim memperlihatkan kericuhan BEM UI saat mengawal putusan Mahkamah Konstitusi terkait MBG pada 30 Juli 2026. Rekaman tersebut ternyata merupakan dokumentasi aksi pada Juni 2026 yang digunakan kembali dengan narasi berbeda.

Menurut Reza, fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius organisasi mahasiswa.

> **“Jangan sampai gerakan mahasiswa yang dibangun dengan idealisme justru dirusak oleh informasi palsu. Satu video lama yang diberi narasi baru bisa memancing kesalahpahaman dan menghilangkan substansi perjuangan mahasiswa.”**

# SATUAN MAHASISWA ETH DORONG GERAKAN “KRITIS, DATA, SOLUSI”

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong lahirnya model gerakan mahasiswa yang berpegang pada tiga prinsip utama:

### **KRITIS**

Mahasiswa harus berani mengawasi kekuasaan dan menyampaikan kritik ketika menemukan kebijakan yang dinilai merugikan kepentingan masyarakat.

### **DATA**

Setiap kritik harus mempunyai landasan fakta, kajian, dokumen, aturan hukum serta sumber informasi yang dapat diperiksa.

### **SOLUSI**

Mahasiswa harus menawarkan alternatif penyelesaian sehingga gerakan tidak berhenti pada demonstrasi atau pernyataan sikap.

Reza menilai kombinasi ketiga prinsip tersebut akan mengembalikan kekuatan mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang diperhitungkan dalam pembentukan kebijakan nasional.

# JANGAN PECAH BELAH MAHASISWA KARENA PERBEDAAN SIKAP

Satuan Mahasiswa ETH juga mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa dapat memiliki pandangan berbeda terhadap satu kebijakan.

Perbedaan tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

Mahasiswa yang mendukung sebuah kebijakan tidak otomatis menjadi pendukung pemerintah, demikian pula mahasiswa yang mengkritik kebijakan tidak otomatis menjadi lawan pemerintah.

Yang terpenting adalah argumentasi dapat dipertanggungjawabkan dan kebebasan akademik tetap terjaga.

> **“Kampus harus menjadi tempat beradu gagasan, bukan tempat saling memberi cap hanya karena berbeda pendapat.”**

# REZA: MAHASISWA HARUS BERDIRI BERSAMA KEPENTINGAN RAKYAT

**Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Reza Prasatria Dharma** menegaskan organisasinya akan terus memperhatikan isu-isu nasional yang berkaitan dengan mahasiswa, pendidikan, lapangan pekerjaan, pemberantasan korupsi, hukum, lingkungan hidup serta kesejahteraan masyarakat.

Satuan Mahasiswa ETH juga mendorong mahasiswa di berbagai daerah untuk meningkatkan budaya membaca, melakukan kajian kebijakan publik, memahami hukum, serta membangun jaringan advokasi masyarakat.

> **“Mahasiswa harus berdiri bersama kepentingan rakyat. Bukan karena siapa yang sedang berkuasa dan bukan karena siapa yang menjadi oposisi. Ukurannya harus sederhana: apakah kebijakan tersebut adil, bermanfaat, sesuai hukum dan membawa Indonesia menjadi lebih baik.”**

Menurut Reza, generasi muda membutuhkan ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus kesempatan terlibat dalam pembangunan nasional.

Karena itulah, gerakan mahasiswa yang sehat tidak semestinya hanya hadir ketika terjadi demonstrasi.

Gerakan mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat melalui **riset, pendidikan, advokasi, pengabdian sosial, pengawasan kebijakan, inovasi serta penyampaian solusi kepada pemerintah.**

## SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG

Di bawah kepemimpinan **Reza Prasatria Dharma**, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menyerukan:

**“Mahasiswa jangan diam terhadap persoalan bangsa. Kritislah dengan data, bergeraklah dengan integritas, dan hadirkan solusi untuk Indonesia.”**

**SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG**
**Ketua Umum: Reza Prasatria Dharma**

### **KOLABORASI — INTEGRITAS — PRESTASI**

**Kritis dalam Gagasan | Objektif dalam Penilaian | Berani dalam Sikap | Solutif untuk Bangsa**

banner 336x280