EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

PKKMB 2026 HARUS BEBAS PERPELONCOAN, REZA PRASATRIA DHARMA: MAHASISWA BARU DATANG UNTUK BELAJAR, BUKAN MENJADI KORBAN SENIORITAS Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

BOGOR, KAMIS 27 AGUSTUS 2026 — Memasuki rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB 2026 di berbagai perguruan tinggi Indonesia, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH) menyerukan agar seluruh kegiatan pengenalan kampus benar-benar dibebaskan dari praktik perpeloncoan, perundungan,...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

BOGOR, KAMIS 27 AGUSTUS 2026 — Memasuki rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB 2026 di berbagai perguruan tinggi Indonesia, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH) menyerukan agar seluruh kegiatan pengenalan kampus benar-benar dibebaskan dari praktik perpeloncoan, perundungan, penghinaan, kekerasan fisik maupun psikologis, serta bentuk senioritas yang merendahkan martabat mahasiswa baru.
Seruan tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dalam Panduan PKKMB 2026 menegaskan kegiatan orientasi harus berlangsung aman, humanis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pimpinan perguruan tinggi bahkan diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk tanggung jawab atas pelaksanaan PKKMB.
Kementerian Pendidikan Tinggi +1
Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menilai momentum penerimaan mahasiswa baru harus digunakan untuk membangun rasa aman dan kebanggaan terhadap kampus, bukan ketakutan kepada senior.
“Mahasiswa baru datang ke kampus untuk belajar, berkembang dan membangun masa depan. Mereka bukan datang untuk dihina, dipermalukan atau diuji melalui kekerasan yang tidak mempunyai hubungan dengan pendidikan.”
HARI INI, SERUAN ANTI-BULLYING KEMBALI MENGUAT
Pada 27 Agustus 2026, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengingatkan panitia PKKMB Institut Mpu Kuturan di Bali agar menghindari pola perpeloncoan maupun tindakan yang mengarah pada bullying. Ia meminta seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara menyenangkan, edukatif dan mampu membangun kebersamaan.
Antara News Bali +1
Seruan serupa muncul dari perguruan tinggi lain. Pada hari ini, Universitas Pattimura di Ambon juga menegaskan PKKMB 2026 harus dilaksanakan secara edukatif, ramah serta tanpa perpeloncoan ataupun kekerasan, baik pada tingkat universitas maupun fakultas.
MalukuTerkini.com
Menurut Satuan Mahasiswa ETH, munculnya penegasan serupa di berbagai daerah menunjukkan bahwa persoalan perpeloncoan masih menjadi isu yang harus terus dicegah.
MENTERI: ORIENTASI HARUS DIMULAI DENGAN PROSES PENDIDIKAN YANG BAIK
Mendiktisaintek Brian Yuliarto sebelumnya pada 19 Agustus 2026 juga menegaskan kegiatan orientasi mahasiswa baru harus berlangsung tanpa perundungan.
Menurutnya, mahasiswa baru membutuhkan masa transisi yang membantu mereka cepat beradaptasi dan aktif di lingkungan akademik, bukan kegiatan yang justru menimbulkan ketakutan.
Antara News
Satuan Mahasiswa ETH menilai prinsip ini harus menjadi standar nasional.
PKKMB bukan arena pembuktian kekuasaan senior.
PKKMB adalah pintu pertama seorang mahasiswa mengenal kehidupan akademik.
“Kesan pertama mahasiswa terhadap kampus jangan dibangun dengan bentakan dan ketakutan. Bangun dengan ilmu, kebersamaan, disiplin dan integritas.”
PAKTA INTEGRITAS TIDAK BOLEH HANYA MENJADI DOKUMEN
Panduan PKKMB 2026 mewajibkan pimpinan perguruan tinggi menandatangani Pakta Integritas untuk menjamin lingkungan orientasi yang aman, humanis, beretika serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kementerian Pendidikan Tinggi +1
Menurut Reza, kewajiban tersebut merupakan langkah positif.
Namun, keberhasilannya tidak boleh diukur hanya dari apakah dokumen telah ditandatangani.
Yang jauh lebih penting adalah pelaksanaan di lapangan.
Apabila universitas menyatakan bebas perundungan, prinsip yang sama harus berlaku sampai ke fakultas, program studi, organisasi mahasiswa, kepanitiaan dan kegiatan lanjutan mahasiswa baru.
“Pakta Integritas jangan berhenti di meja rektor. Nilainya harus sampai ke senior yang berhadapan langsung dengan mahasiswa baru.”
SENIORITAS TIDAK SAMA DENGAN KEPEMIMPINAN
Satuan Mahasiswa ETH menilai terdapat perbedaan besar antara kedisiplinan dan perpeloncoan.
Mahasiswa baru memang perlu dikenalkan dengan tata tertib, budaya akademik, etika, struktur organisasi serta tanggung jawab selama kuliah.
Namun tujuan tersebut tidak memerlukan penghinaan atau kekerasan.
Menurut Reza, senior yang baik justru menjadi mentor.
“Senioritas yang sehat adalah ketika mahasiswa lama membantu juniornya beradaptasi. Bukan ketika senior merasa mempunyai hak merendahkan orang hanya karena lebih dahulu masuk kampus.”
PKKMB HARUS MEMBENTUK KARAKTER DAN KESADARAN HUKUM
Pada 27 Agustus 2026, Polda Maluku bersama Politeknik Negeri Ambon juga memperkuat edukasi hukum kepada mahasiswa baru dalam rangkaian PKKMB.
Materi diarahkan pada pembangunan karakter, integritas serta pemahaman mahasiswa terhadap berbagai persoalan hukum dan sosial.
Antara News Ambon
Menurut Satuan Mahasiswa ETH, pendekatan seperti itu jauh lebih bermanfaat dibanding aktivitas perpeloncoan.
Mahasiswa baru dapat diperkenalkan kepada persoalan nyata seperti korupsi, narkotika, kejahatan digital, kekerasan seksual, pelayanan publik, hak dan kewajiban warga negara serta etika akademik.
MAHASISWA BARU HARUS TAHU KE MANA MELAPOR
Reza menilai kampus tidak cukup hanya mengatakan “dilarang melakukan bullying.”
Harus ada mekanisme pengaduan yang nyata dan mudah digunakan.
Mahasiswa baru yang mengalami intimidasi harus mengetahui siapa yang dapat dihubungi dan mendapatkan kepastian bahwa laporan mereka tidak akan menyebabkan pembalasan akademik maupun sosial.
Satuan Mahasiswa ETH mendorong kanal pelaporan dapat tersedia melalui pimpinan kampus, unit kemahasiswaan, satuan tugas yang relevan dan mekanisme resmi lainnya.
“Larangan tanpa mekanisme pengaduan sering kali membuat korban tetap diam. Kampus harus memberikan tempat yang aman untuk berbicara.”
JANGAN NORMALISASI PERINTAH YANG TIDAK MASUK AKAL
Menurut Satuan Mahasiswa ETH, tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun tidak otomatis menjadi tradisi yang baik.
Mahasiswa baru tidak semestinya dipaksa menjalankan tugas yang tidak mempunyai manfaat pendidikan, apalagi jika mengandung penghinaan, ancaman, kekerasan atau risiko keselamatan.
Kegiatan orientasi harus selalu dapat menjawab satu pertanyaan sederhana:
Apa manfaat pendidikannya?
Jika sebuah kegiatan tidak mempunyai hubungan dengan pembentukan karakter, akademik, adaptasi sosial atau keselamatan mahasiswa, maka kegiatan tersebut layak dievaluasi.
JANGAN ANGGAP BULLYING SEBAGAI “CANDAAN SENIOR”
Perundungan sering kali dianggap ringan karena dibungkus sebagai bercanda atau tradisi.
Padahal ucapan merendahkan, mempermalukan seseorang di depan umum, ancaman, tekanan psikologis maupun pengucilan dapat meninggalkan dampak serius.
Menurut Reza, budaya kampus harus dibangun di atas penghormatan.
“Kalau seorang mahasiswa mengatakan dirinya merasa terintimidasi, jangan langsung menjawab ‘dulu kami juga begitu’. Tradisi tidak boleh menjadi alasan mengulang perlakuan yang salah.”
SATUAN MAHASISWA ETH AJUKAN 10 AGENDA PKKMB AMAN
Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong sepuluh langkah nasional:
Tidak ada perpeloncoan dan kekerasan, baik fisik, verbal maupun psikologis.
Pakta Integritas wajib diterapkan sampai tingkat fakultas dan program studi, bukan hanya ditandatangani pimpinan universitas.
Seluruh tugas PKKMB harus mempunyai tujuan pendidikan yang jelas.
Kanal pengaduan harus tersedia dan mudah ditemukan mahasiswa baru.
Pelapor dan korban harus dilindungi dari intimidasi maupun pembalasan.
Panitia dan senior harus mendapatkan pembekalan mengenai etika serta batas kewenangan.
Kegiatan di luar kampus atau di luar jadwal resmi harus dikontrol ketat.
Materi PKKMB harus memperkuat literasi hukum, antikorupsi, kesehatan mental, keselamatan digital dan etika akademik.
Pelanggaran serius harus diperiksa dan diberikan sanksi berdasarkan aturan kampus serta hukum yang berlaku.
Mahasiswa baru harus dilibatkan dalam evaluasi PKKMB sehingga kampus mengetahui pengalaman nyata peserta.
ORMAWA HARUS MENJADI RUMAH, BUKAN SUMBER KETAKUTAN
Reza juga menekankan tanggung jawab organisasi mahasiswa.
BEM, HIMA, DPM maupun UKM seharusnya menjadi tempat mahasiswa baru belajar kepemimpinan, solidaritas dan pengabdian.
Organisasi mahasiswa tidak boleh berubah menjadi struktur kecil yang meniru pola kekuasaan buruk.
“Kalau mahasiswa mengkritik penyalahgunaan kekuasaan di pemerintahan, mahasiswa juga harus berani memastikan tidak ada penyalahgunaan kekuasaan di organisasinya sendiri.”
DISIPLIN TETAP DIPERLUKAN
Satuan Mahasiswa ETH menegaskan penolakan terhadap perpeloncoan bukan berarti PKKMB harus kehilangan kedisiplinan.
Kegiatan tetap dapat memiliki tata tertib, waktu yang jelas, kewajiban hadir, pakaian tertentu yang wajar, kegiatan kelompok dan tugas edukatif.
Yang ditolak adalah penggunaan disiplin sebagai alasan untuk melakukan penghinaan atau kekerasan.
Disiplin membangun tanggung jawab. Perpeloncoan membangun ketakutan.
Keduanya tidak boleh disamakan.
REZA PRASATRIA DHARMA: GENERASI BARU HARUS DISAMBUT, BUKAN DITAKUTI
Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Reza Prasatria Dharma mengajak mahasiswa senior di seluruh Indonesia menjadikan momentum PKKMB sebagai kesempatan menunjukkan wajah terbaik dunia kampus.
“Mahasiswa baru adalah adik-adik kita dan calon penerus organisasi, kampus serta bangsa. Sambut mereka dengan ilmu, persahabatan dan keteladanan. Jangan wariskan budaya buruk hanya karena dahulu kita pernah mengalaminya.”
Menurut Reza, kampus yang baik bukan hanya mempunyai gedung, laboratorium dan peringkat akademik tinggi.
Kampus yang baik adalah kampus yang membuat mahasiswa merasa aman untuk belajar, aman untuk berpendapat dan aman untuk berkembang.
Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menyerukan:
HENTIKAN PERPELONCOAN — LAWAN BULLYING — JAGA MAHASISWA BARU — BANGUN KAMPUS HUMANIS
Mahasiswa baru datang membawa cita-cita. Jangan biarkan hari pertama mereka di kampus menjadi pengalaman yang melukai.
SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: REZA PRASATRIA DHARMA
KOLABORASI — INTEGRITAS — PRESTASI
PKKMB AMAN — KAMPUS HUMANIS — MAHASISWA BERINTEGRITAS
“MAHASISWA BARU DATANG UNTUK BELAJAR, BUKAN MENJADI KORBAN SENIORITAS.”
Fakta aktual utama hari ini adalah peringatan pemerintah daerah Buleleng dan pimpinan perguruan tinggi agar PKKMB bebas dari perpeloncoan serta bullying. Secara nasional, prinsip itu juga telah dituangkan Kemdiktisaintek dalam Panduan PKKMB 2026, termasuk kewajiban pimpinan perguruan tinggi menandatangani Pakta Integritas untuk menjamin PKKMB yang aman, humanis da bebas kekerasan.

banner 336x280