EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, Ardiansyah Inde imbau masyarakat gunakan masker

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

DPP Elang Tiga Hambalang Sulut–Gorontalo menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat terdampak dan mengingatkan warga agar mengikuti informasi resmi pemerintah Gorontalo — Senin, 7 September 2026, Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulawesi Utara–Gorontalo menyampaikan keprihatinan atas erupsi Gunung Anak Krakatau yang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

DPP Elang Tiga Hambalang Sulut–Gorontalo menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat terdampak dan mengingatkan warga agar mengikuti informasi resmi pemerintah

Gorontalo — Senin, 7 September 2026, Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulawesi Utara–Gorontalo menyampaikan keprihatinan atas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menimbulkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengintensifkan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi serta dampaknya bagi atmosfer, penerbangan, dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

banner 468x60

Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu, 6 September 2026 pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua kelompok sebaran abu vulkanik yang meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau menurun. Namun, potensi erupsi susulan masih ada sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi resmi pemerintah.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulut–Gorontalo, Ardiansyah Inde, menyampaikan rasa prihatin kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik, gangguan aktivitas, dan pembatalan perjalanan udara.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas erupsi Gunung Anak Krakatau. Semoga seluruh masyarakat di wilayah terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi kondisi ini,” kata Ardiansyah dalam draf pernyataannya.

Ia mengimbau masyarakat di daerah yang mengalami paparan abu untuk menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

“Jika lingkungan mulai dipenuhi debu atau abu, gunakan masker dengan benar, lindungi mata, tutup tempat penampungan air, serta jaga anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya.

Ardiansyah meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai status gunung, arah sebaran abu, kondisi penerbangan, dan langkah evakuasi harus merujuk kepada BMKG, PVMBG, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi berwenang.

“Jangan mendekati kawasan yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan harus menjadi prioritas dan seluruh instruksi petugas di lapangan harus dipatuhi,” tegasnya.

Pengendara di wilayah terdampak juga diminta berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin. Masyarakat sebaiknya memakai pelindung mata dan pakaian tertutup ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah daerah diharapkan memastikan ketersediaan masker, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat perlindungan bagi masyarakat terdampak. Pembersihan abu juga perlu dilakukan menggunakan cara yang aman agar partikel tidak kembali beterbangan.

DPP Elang Tiga Hambalang Sulut–Gorontalo berharap situasi segera membaik dan seluruh proses penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Musibah ini menjadi duka dan perhatian kita bersama. Mari saling membantu, menjaga ketenangan, dan mendoakan saudara-saudara kita yang berada di sekitar wilayah terdampak,” tutup Ardiansyah.

Fakta terverifikasi

  • Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau tercatat mulai 5 September 2026 pukul 23.07 WIB.
  • Abu vulkanik terpantau meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
  • Aktivitas vulkanik terpantau menurun, tetapi kemungkinan erupsi susulan masih ada.
  • Masyarakat harus mengikuti radius bahaya dan rekomendasi resmi PVMBG.
  • Hingga laporan awal, tidak ada korban jiwa maupun perintah evakuasi.

Sumber: Badan Geologi Kementerian ESDM, BMKG, dan ANTARA—potensi erupsi susulan Anak Krakatau.

banner 336x280