EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Layanan Penyakit Kronis Harus Lebih Aman dan Berkelanjutan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

PEKANBARU — Kamis, 17 September 2026. Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang menjalani pengobatan penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, stroke, serta penyakit ginjal kronis. Organisasi Kesehatan Dunia atau...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

PEKANBARU — Kamis, 17 September 2026. Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang menjalani pengobatan penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, stroke, serta penyakit ginjal kronis.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan tema peringatan tahun ini, “Safe Care for Noncommunicable Diseases” atau pelayanan aman bagi penyakit tidak menular, dengan slogan “Safe Care for Life!”

banner 468x60

Tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan pasien harus dijaga sejak tahap pencegahan, pemeriksaan, diagnosis, pemberian obat, pengobatan lanjutan, rehabilitasi, hingga perawatan paliatif.

Pengobatan jangka panjang membutuhkan pengawasan

Pasien penyakit tidak menular umumnya membutuhkan pelayanan kesehatan dalam waktu panjang dan melibatkan lebih dari satu tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan diagnosis, ketidaktepatan pemberian obat, terputusnya pengobatan, serta kurangnya komunikasi antara pasien dan tenaga medis.

WHO mendorong pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, organisasi masyarakat, dan pasien untuk bersama-sama mengenali risiko keselamatan serta mengembangkan pelayanan yang aman, terkoordinasi, berkelanjutan, dan berpusat pada kebutuhan pasien.

Melalui dialog global yang diselenggarakan menjelang peringatan 17 September, WHO juga menekankan pentingnya memasukkan prinsip keselamatan pasien ke dalam kebijakan dan program penanganan penyakit tidak menular.

Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas

Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., menilai keselamatan pasien tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis di rumah sakit. Keselamatan juga mencakup kemudahan memperoleh informasi, ketepatan obat, kesinambungan pengobatan, serta perlindungan hak pasien.

“Masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang mudah dipahami mengenai diagnosis, obat yang diberikan, efek samping, jadwal pemeriksaan, dan langkah yang harus dilakukan ketika mengalami kondisi darurat,” kata Muflihun dalam pernyataannya.

Menurutnya, pasien dengan penyakit kronis tidak boleh kehilangan akses terhadap pengobatan hanya karena persoalan administrasi, jarak, keterbatasan informasi, atau lemahnya koordinasi antarpenyedia layanan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan harus menghadirkan rasa aman. Pemeriksaan dilakukan secara teliti, obat diberikan dengan tepat, data pasien dijaga, dan pengaduan ditangani secara terbuka serta bertanggung jawab,” ujarnya.

Dorong pemeriksaan dan deteksi dini

Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru juga mengajak masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan faktor risiko penyakit tidak menular lainnya.

Kementerian Kesehatan selama ini mengingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, tidak merokok, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta melakukan pemeriksaan rutin.

Masyarakat yang sedang menjalani pengobatan diimbau tidak mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun tenaga kesehatan.

Momentum Hari Keselamatan Pasien Sedunia diharapkan memperkuat komitmen seluruh fasilitas kesehatan di Pekanbaru dan daerah lainnya untuk menyediakan layanan yang aman, manusiawi, transparan, serta mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: WHO—Dialog Global Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 dan Kementerian Kesehatan—Pencegahan penyakit tidak menular.

banner 336x280