EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Ekspor Batik RI Melonjak 32,5 Persen, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong IKM Rebut Pasar Global

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 18 September 2026. Industri batik Indonesia menunjukkan perkembangan positif di pasar internasional. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong momentum peningkatan ekspor tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat IKM, memperluas jaringan pembeli internasional, serta melahirkan lebih banyak...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 18 September 2026. Industri batik Indonesia menunjukkan perkembangan positif di pasar internasional. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong momentum peningkatan ekspor tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat IKM, memperluas jaringan pembeli internasional, serta melahirkan lebih banyak pengusaha batik yang mampu bersaing di pasar global.

Kementerian Perindustrian pada hari ini, Jumat (18/9/2026), menyatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor produk batik Indonesia pada 2025 mencapai US$20,14 juta, meningkat 32,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$15,20 juta.

banner 468x60

Kemenperin juga mencatat terdapat 3.196 unit usaha batik, terdiri atas 1.794 industri mikro, 815 industri kecil, 342 industri menengah, dan 208 industri besar. Pemerintah menilai industri batik bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang usaha.

ETH: Jangan Berhenti pada Pasar Domestik

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan ekspor 32,5 persen menjadi sinyal bahwa produk berbasis budaya Indonesia mempunyai peluang komersial internasional yang nyata.

“Pertumbuhan ekspor batik harus menjadi momentum bagi IKM Indonesia untuk naik kelas. Batik bukan hanya warisan budaya bangsa, tetapi juga produk ekonomi bernilai tinggi yang dapat menciptakan lapangan usaha, memperkuat industri kreatif, dan membawa produk Indonesia semakin dikenal dunia.”

Di sisi lain, pemerintah mengidentifikasi regenerasi perajin batik sebagai salah satu tantangan industri. Karena itu, pengembangan industri perlu mencakup peningkatan kualitas, inovasi, kapasitas produksi, perluasan akses pasar sekaligus keterlibatan generasi muda.

ETH Usulkan Batik & Creative Export Program

Sebagai agenda konkret, Asosiasi Pengusaha ETH mendorong pembentukan Batik & Creative Export Program. Program ini dapat diarahkan untuk mendata IKM batik dan produk kreatif potensial, membantu peningkatan kualitas dan standardisasi, memperkuat branding serta katalog digital, mempertemukan pengusaha dengan buyer internasional, dan memberikan pendampingan ekspor.

“Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin ikut membangun jembatan antara perajin, IKM, pembiayaan, teknologi, pasar dan pembeli internasional. Target akhirnya adalah semakin banyak produk Indonesia yang benar-benar menghasilkan transaksi ekspor.”

ETH juga mendorong kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, perbankan, pemerintah daerah, desainer, perguruan tinggi, marketplace dan pelaku logistik untuk membangun ekosistem usaha dari perajin → IKM → peningkatan kapasitas → pembiayaan → pasar nasional → ekspor.

Momentum terdekat adalah rangkaian Hari Batik Nasional 2026. Kemenperin menyatakan puncak perayaan akan berlangsung pada 2 Oktober 2026 di Surabaya dengan tajuk “Batik Berlayar”, dan rangkaiannya diharapkan menjadi ruang bagi perajin, desainer dan IKM untuk memperkenalkan kreativitas serta inovasi mereka.

banner 336x280