Nias Sport Festival 2027 Jangan Berhenti Jadi Seremoni, ETH Sumut Minta Ekonomi Masyarakat Jadi Prioritas
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — MEDAN, 7 November 2026 Rencana penyelenggaraan Nias Sport Festival 2027 menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Kegiatan yang dirancang memadukan olahraga tradisional, seni...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — MEDAN, 7 November 2026
Rencana penyelenggaraan Nias Sport Festival 2027 menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Kegiatan yang dirancang memadukan olahraga tradisional, seni budaya, olahraga air, serta pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyatakan dukungan terhadap rencana festival yang digagas Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Pantai Pasir Berbunyi dan Alun-Alun Kota Gunungsitoli.
Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain olahraga tradisional seperti ombo batu, egrang, bakiak, hadang, patok lele, pecah piring, dan tarik tambang. Festival juga direncanakan menghadirkan Car Free Day, senam massal, festival seni dan UMKM, festival layang-layang, serta olahraga air.
Bahar Effendi Pulungan: Masyarakat Harus Menjadi Bagian Utama
Ketua DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, S.H., menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai hal penting dalam penyelenggaraan agenda tersebut.
Menurut arah pandangan organisasi, keberhasilan festival tidak semestinya hanya diukur dari kemeriahan acara, jumlah pengunjung, atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Dampak ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat lokal harus menjadi salah satu tolok ukur utama.
Pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kecil, pengelola penginapan, pelaku transportasi, serta kelompok masyarakat di sekitar lokasi kegiatan perlu memperoleh kesempatan yang terbuka untuk berpartisipasi.
ETH Sumut juga memandang perlu adanya perencanaan matang terkait anggaran, transparansi penyelenggaraan, kesiapan infrastruktur, kebersihan kawasan wisata, keamanan pengunjung, dan keberlanjutan program setelah festival selesai.
Jangan Sampai Masyarakat Hanya Menjadi Penonton
Kepulauan Nias memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan potensi wisata yang dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, pelaksanaan festival harus menempatkan masyarakat sebagai bagian utama, bukan sekadar penonton dalam kegiatan yang diselenggarakan.
Pemerintah dan penyelenggara perlu memastikan keterlibatan pelaku usaha lokal dilakukan secara terbuka dan merata. Evaluasi setelah kegiatan juga penting untuk mengetahui dampak terhadap kunjungan wisatawan, pendapatan UMKM, serta peluang kerja masyarakat.
Bahar Effendi Pulungan bersama DPP ETH Sumut berharap Nias Sport Festival 2027 dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya Nias, memperluas promosi pariwisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias.
Pembangunan pariwisata yang berhasil bukan hanya menghadirkan keramaian sesaat, melainkan menciptakan peluang ekonomi yang terus tumbuh dan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sumber: Pemberitaan Bisnis.com, 7 November 2026; Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





