EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

GELOMBANG TINGGI MASIH ANCAM 25 PERAIRAN, SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG MINTA PERLINDUNGAN NELAYAN DIPERKUAT

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

*JAKARTA —** Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyerukan peningkatan kewaspadaan dan perlindungan terhadap nelayan menyusul masih tingginya potensi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada **Rabu, 26 Agustus 2026**. Berdasarkan **Peringatan Dini Gelombang Tinggi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

*JAKARTA —** Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyerukan peningkatan kewaspadaan dan perlindungan terhadap nelayan menyusul masih tingginya potensi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada **Rabu, 26 Agustus 2026**.

Berdasarkan **Peringatan Dini Gelombang Tinggi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)** yang berlaku mulai **26 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 29 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB**, tercatat **25 perairan** berada dalam kategori gelombang tinggi dengan ketinggian **2,5 hingga 4 meter**. BMKG juga mencatat **135 perairan** berada dalam kategori gelombang sedang dengan tinggi sekitar **1,25 hingga 2,5 meter**.

banner 468x60

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir karena aktivitas penangkapan ikan sangat bergantung pada keadaan angin, gelombang dan keselamatan kapal.

## SEJUMLAH PERAIRAN SELATAN INDONESIA PERLU DIWASPADAI

Dalam pemutakhiran BMKG, wilayah dengan potensi gelombang tinggi mencakup antara lain **Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara Barat**.

Di wilayah Banten, gelombang kategori tinggi 2,5–4 meter diprakirakan terjadi di **Perairan Selatan Lebak, Perairan Selatan Pandeglang dan Selat Sunda Barat Pandeglang**. Kecepatan angin di beberapa wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 30 knot.

Di Bengkulu, potensi gelombang tinggi tercatat di **Perairan Bengkulu Bagian Selatan, Perairan Pulau Enggano dan Samudra Hindia barat Bengkulu**. Sementara di Jawa Timur, BMKG mencatat **Perairan Jember dan Perairan Banyuwangi** berada pada kategori gelombang tinggi.

Untuk Bali, potensi gelombang 2,5–4 meter terdapat di **Selat Bali bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan**.

## SATUAN NELAYAN ETH: KESELAMATAN JANGAN DIKALAHKAN TARGET TANGKAPAN

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi nelayan tradisional dan nelayan kecil yang menggunakan perahu dengan kemampuan terbatas menghadapi gelombang tinggi.

Organisasi mendorong nelayan untuk tidak memaksakan keberangkatan apabila prakiraan cuaca dan kondisi perairan tidak memungkinkan.

Keselamatan jiwa harus ditempatkan di atas target hasil tangkapan.

Hal ini semakin penting karena standar keselamatan BMKG menyebut **perahu nelayan sudah menghadapi risiko ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter**.

Dengan potensi gelombang saat ini mencapai 2,5–4 meter di sejumlah wilayah, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang kehati-hatian mutlak diperlukan sebelum nelayan memutuskan melaut.

## PERINGATAN CUACA HARUS SAMPAI KE NELAYAN SEBELUM BERANGKAT

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mendorong **BMKG, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, syahbandar perikanan, pengelola pelabuhan serta pemerintah desa pesisir** memperkuat penyebaran peringatan dini kepada masyarakat nelayan.

Informasi cuaca tidak boleh berhenti pada situs internet atau aplikasi pemerintah.

Peringatan harus diteruskan secara cepat melalui kelompok nelayan, koperasi, pelabuhan perikanan, radio komunikasi, perangkat desa, WhatsApp komunitas maupun sarana lain yang dapat diterima langsung oleh nelayan sebelum berangkat.

Menurut Satuan Nelayan ETH, kecepatan informasi sangat menentukan karena kondisi laut dapat berubah dan keputusan keberangkatan kapal sering kali diambil sejak dini hari.

## NELAYAN KECIL MENGHADAPI DILEMA EKONOMI

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang juga mengingatkan bahwa persoalan cuaca buruk tidak semata-mata berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga menyangkut **pendapatan keluarga nelayan**.

Ketika nelayan tidak dapat melaut selama beberapa hari karena kondisi laut tidak aman, penghasilan mereka dapat ikut berkurang.

Pada saat yang sama, kebutuhan rumah tangga, biaya BBM, kebutuhan kapal dan berbagai kewajiban ekonomi tetap berjalan.

Karena itu, pemerintah didorong untuk mulai melihat kondisi cuaca ekstrem dari perspektif perlindungan ekonomi nelayan.

Satuan Nelayan ETH menilai perlu ada penguatan skema perlindungan sosial, asuransi dan program bantuan bagi kelompok nelayan kecil yang kehilangan kesempatan melaut karena kondisi cuaca berbahaya.

## ALAT KESELAMATAN HARUS TERSEDIA DI SETIAP KAPAL

Selain memperhatikan informasi BMKG, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mengingatkan pentingnya kelengkapan keselamatan di atas kapal.

Pelampung, alat komunikasi, lampu darurat, perangkat navigasi, perlengkapan pertolongan pertama dan sarana keselamatan lainnya harus menjadi bagian penting dari setiap perjalanan penangkapan ikan.

Organisasi mendorong pemerintah pusat dan daerah memperluas program bantuan alat keselamatan kepada nelayan kecil yang belum mampu menyediakan perlengkapan tersebut secara memadai.

Keselamatan nelayan tidak cukup hanya melalui imbauan.

Harus ada **sistem perlindungan yang nyata, mudah diakses dan tersedia hingga ke wilayah pesisir terpencil**.

## PERKUAT KESIAPSIAGAAN BASARNAS DAN PETUGAS DI PELABUHAN

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang juga mendorong peningkatan koordinasi antara otoritas pelabuhan, syahbandar, BMKG, Basarnas, TNI AL, Polairud dan pemerintah daerah ketika terjadi peningkatan risiko cuaca maritim.

Kesiapsiagaan pencarian dan pertolongan harus diperkuat di wilayah yang sedang menghadapi peringatan gelombang tinggi.

Namun prinsip utama tetap harus berupa pencegahan.

Jangan menunggu kapal mengalami kecelakaan baru seluruh instansi bergerak.

## LAUT SUMBER KEHIDUPAN, KESELAMATAN NELAYAN PRIORITAS NASIONAL

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa nelayan merupakan bagian penting dari sistem ketahanan pangan nasional.

Setiap hari, nelayan menghadapi risiko di laut untuk memastikan ikan dan hasil perikanan tersedia bagi masyarakat.

Karena itu, perlindungan terhadap mereka harus dipandang sebagai kepentingan nasional.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyerukan kepada seluruh nelayan Indonesia untuk **memeriksa informasi cuaca maritim terbaru sebelum berangkat, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan alat komunikasi berfungsi serta menghindari memaksakan perjalanan ketika keadaan laut berbahaya**.

Pada saat yang sama, pemerintah diminta memastikan informasi, perlindungan sosial dan sistem keselamatan benar-benar hadir hingga ke tingkat nelayan.

**Laut adalah sumber kehidupan bangsa. Namun tidak ada hasil tangkapan yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa nelayan Indonesia.**

**Sumber fakta utama:** Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Peringatan Dini Gelombang Tinggi, pemutakhiran 26 Agustus 2026.

banner 336x280