EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global, Nasional

Gerakan tanam serentak di 25 provinsi, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: jangan sekadar seremoni, ukur hasilnya sampai panen dan kesejahteraan petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Senin, 31 Agustus 2026, Gerakan tanam serentak yang melibatkan 25 provinsi menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tersebut berkaitan dengan optimalisasi lahan dan penguatan swasembada pangan. Satuan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Senin, 31 Agustus 2026, Gerakan tanam serentak yang melibatkan 25 provinsi menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tersebut berkaitan dengan optimalisasi lahan dan penguatan swasembada pangan.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai gerakan tanam dalam skala besar harus menghasilkan dampak nyata bagi petani. Keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari luas lahan yang ditanami atau banyaknya kegiatan seremonial, tetapi harus dilihat sampai tanaman menghasilkan panen dan petani memperoleh keuntungan yang layak.

banner 468x60


“Kami meminta gerakan tanam serentak ini jangan berhenti pada seremoni tanam dan laporan angka luas lahan. Pemerintah harus mengawal dari benih masuk ke tanah sampai hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan.”

Menurut Satuan Petani ETH, persoalan petani bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi. Petani juga menghadapi persoalan pupuk, benih, irigasi, alat dan mesin pertanian, biaya produksi, serangan organisme pengganggu tanaman hingga ketidakpastian harga ketika musim panen tiba.

“Jangan meminta petani terus meningkatkan produksi kalau persoalan dasar di lapangan belum dibereskan. Benih harus tersedia, pupuk harus mudah diperoleh, air harus sampai ke sawah dan ketika panen tiba jangan sampai harga justru jatuh. Produksi meningkat harus berjalan bersama peningkatan kesejahteraan petani.”

Jangan mengejar luas tanam semata

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di setiap daerah. Data mengenai luas tanam harus dapat diverifikasi dan dibandingkan dengan produktivitas serta hasil panen yang benar-benar diperoleh.

“Yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya berapa hektare yang ditanam, tetapi berapa hektare yang berhasil dipanen, berapa produktivitasnya dan berapa pendapatan yang diterima petani. Jangan sampai angka program terlihat besar di atas kertas tetapi petani tetap menghadapi persoalan yang sama.”

Satuan Petani ETH juga mengingatkan bahwa perluasan dan optimalisasi lahan harus memperhatikan kesesuaian lahan, ketersediaan air serta keberlanjutan lingkungan. Target produksi tidak boleh membuat pelaksanaan di lapangan mengabaikan kondisi nyata setiap daerah.

Lima hal yang harus dikawal

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah memastikan ketersediaan benih dan pupuk tepat waktu, menjamin air dan jaringan irigasi, menyediakan pendampingan serta alat mesin pertanian sesuai kebutuhan, mengawal harga dan penyerapan hasil panen, serta melakukan evaluasi terbuka terhadap produktivitas dan pendapatan petani setelah program berjalan.

“Swasembada pangan tidak boleh hanya menghasilkan statistik yang bagus. Ukuran keberhasilannya harus sederhana: sawah produktif, hasil panen meningkat, harga tidak merugikan, dan kehidupan petani menjadi lebih sejahtera.”

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek untuk memenuhi target produksi.

“Kalau negara ingin pangan kuat, petaninya harus lebih dahulu diperkuat. Kawal dari tanam sampai panen, pastikan harga melindungi petani, dan jangan biarkan peningkatan produksi justru berakhir dengan petani merugi.”

SATUAN PETANI ELANG TIGA HAMBALANG

banner 336x280