Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengembalikan Mahkota Binokasih ke Keraton Sumedang Larang setelah pusaka bersejarah itu dibawa dalam rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sembilan kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Melalui prosesi adat penyambutan yang berlangsung khidmat, Mahkota Binokasih kembali disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun. Pusaka peninggalan Kerajaan Sunda abad ke-14 tersebut menjadi simbol penting sejarah dan budaya Sunda. Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menyebut kirab budaya tidak hanya...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

Melalui prosesi adat penyambutan yang berlangsung khidmat, Mahkota Binokasih kembali disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun. Pusaka peninggalan Kerajaan Sunda abad ke-14 tersebut menjadi simbol penting sejarah dan budaya Sunda.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menyebut kirab budaya tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat di berbagai daerah yang dilalui.
Menurutnya, tingkat kunjungan masyarakat ke Jawa Barat meningkat selama pelaksanaan kirab budaya. Ia menyebut hotel-hotel di sejumlah daerah penuh dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak lebih ramai dibanding biasanya.
Selain soal ekonomi, KDM juga menyoroti perubahan wajah sejumlah daerah yang mulai terlihat lebih bersih dan tertata. Ia berharap momentum kirab budaya menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki penataan lingkungan dan kawasan budaya.
Dedi menegaskan, langkah utama yang harus dilakukan saat ini bukan sekadar mengejar wisatawan, melainkan memperbaiki tata kota dan lingkungan terlebih dahulu. Ia yakin jika daerah tertata baik, maka wisatawan akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa melalui promosi besar-besaran.





