Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun, DPK ETH Pekanbaru Soroti Peluang Pengusaha Daerah
PEKANBARU, 2 NOVEMBER 2026 - Investasi dalam negeri menunjukkan peran semakin besar dalam menopang perekonomian nasional. Kementerian Sekretariat Negara pada 31 Oktober 2026 melaporkan bahwa nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
PEKANBARU, 2 NOVEMBER 2026 – Investasi dalam negeri menunjukkan peran semakin besar dalam menopang perekonomian nasional. Kementerian Sekretariat Negara pada 31 Oktober 2026 melaporkan bahwa nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kontribusi investasi domestik tersebut tercatat lebih dari separuh total investasi nasional. Perkembangan ini memperlihatkan besarnya peran pengusaha Indonesia, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam menggerakkan kegiatan ekonomi.
Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Taklimat Presiden kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menilai investasi domestik menjadi salah satu kekuatan penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Industri Masa Depan Membuka Peluang Investasi
Dalam kesempatan tersebut, dunia usaha juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat investasi pada sektor industri masa depan.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), energi terbarukan, dan pusat data (data center). Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki peluang pengembangan yang besar, termasuk penggunaan komponen produksi dalam negeri.
Keterlibatan pengusaha nasional di sektor strategis diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha, meningkatkan nilai tambah industri, serta membuka peluang kerja baru.
Namun, besarnya nilai investasi perlu diikuti pemerataan manfaat ekonomi. Kesempatan bagi pengusaha daerah, UMKM, dan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting agar pertumbuhan investasi dapat dirasakan lebih luas.
DPK ETH Pekanbaru: Pengusaha Lokal Jangan Hanya Menjadi Penonton
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., melalui DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru menyambut positif perkembangan investasi dalam negeri yang dilaporkan pemerintah.
DPK menilai peningkatan investasi harus menjadi momentum untuk memperkuat peran pengusaha daerah dalam kegiatan ekonomi nasional.
Pemerintah diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga memastikan terbukanya akses yang adil bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan pengusaha kelas menengah.
Kemudahan perizinan, kepastian hukum, akses pembiayaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta keterbukaan informasi peluang kemitraan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Bagi Pekanbaru dan Provinsi Riau, penguatan investasi dapat membuka peluang pada sektor perdagangan, perkebunan, pengolahan hasil pertanian, transportasi, jasa, hingga industri pendukung.
DPK juga memandang bahwa kemitraan antara investor besar dan pengusaha lokal perlu dibangun secara sehat dan transparan. Dengan demikian, pelaku usaha daerah memiliki kesempatan berkembang, meningkatkan kapasitas, serta terlibat dalam rantai pasok industri.
Nilai Investasi Harus Sejalan dengan Manfaat bagi Rakyat
Besarnya investasi merupakan indikator penting dalam perkembangan ekonomi. Namun, keberhasilan pembangunan juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat.
Peningkatan investasi idealnya berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pemerataan kesempatan ekonomi antardaerah.
DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru berharap momentum penguatan investasi nasional dapat dimanfaatkan untuk memperbesar peran pengusaha lokal, sehingga daerah tidak hanya menjadi lokasi kegiatan investasi, tetapi juga menjadi bagian aktif dari pertumbuhan ekonomi.
Investasi yang kuat bukan hanya tentang besarnya modal yang masuk, tetapi juga tentang seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat dan seberapa besar kesempatan yang terbuka bagi pengusaha daerah.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, 31 Oktober 2026, “Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun.”
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





