Produksi Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, DPP Elang Tiga Hambalang Dorong Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — MEDAN, 2 NOVEMBER 2026 Sumatera Utara mencatatkan capaian positif dalam sektor ketahanan pangan. Berdasarkan data produksi dan kebutuhan pangan Oktober 2026, provinsi ini mengalami surplus beras mencapai 27.633 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — MEDAN, 2 NOVEMBER 2026
Sumatera Utara mencatatkan capaian positif dalam sektor ketahanan pangan. Berdasarkan data produksi dan kebutuhan pangan Oktober 2026, provinsi ini mengalami surplus beras mencapai 27.633 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kemampuan produksi pangan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Data yang disampaikan dalam diskusi evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Medan, Sabtu (31/10/2026), menunjukkan produksi beras Sumatera Utara mencapai 144.066 ton, sementara kebutuhan masyarakat tercatat sebanyak 116.433 ton.
Tidak hanya beras, sejumlah komoditas hortikultura juga mencatatkan surplus produksi.
Produksi cabai merah mencapai 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton. Sementara produksi cabai rawit mencapai 7.514 ton, dibandingkan kebutuhan sekitar 3.712 ton.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi pertanian Sumatera Utara dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Surplus Pangan Harus Berdampak pada Petani
Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menilai bahwa peningkatan produksi pangan perlu diikuti langkah konkret untuk memperkuat kesejahteraan petani.
Ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya angka produksi dan ketersediaan stok. Pemerintah juga perlu memastikan petani memperoleh harga jual yang layak, akses pupuk yang mudah, ketersediaan benih berkualitas, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, S.H., menjadi salah satu unsur organisasi yang diharapkan terus mengawal perhatian terhadap sektor pertanian dan kepentingan masyarakat di Sumatera Utara.
Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang tetap perlu menjadi perhatian, terutama stabilitas harga hasil panen, distribusi hasil pertanian, biaya produksi, dan perlindungan terhadap petani kecil.
Pemerintah Didorong Memperkuat Infrastruktur Pertanian
Selain peningkatan produksi, pembangunan infrastruktur pertanian juga harus menjadi prioritas. Perbaikan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, bantuan alat dan mesin pertanian, serta penguatan akses pemasaran merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Pemerintah daerah juga perlu memperkuat koordinasi dengan kelompok tani, koperasi, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat agar berbagai program pertanian dapat berjalan tepat sasaran.
Dengan potensi lahan dan sumber daya alam yang dimiliki, Sumatera Utara mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Elang Tiga Hambalang: Petani Harus Menjadi Bagian Utama Pembangunan
Ketahanan pangan yang kuat harus dibangun melalui keberpihakan terhadap masyarakat yang bekerja langsung menghasilkan pangan.
DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara diharapkan terus mengambil bagian dalam mengawal kebijakan pertanian, menyampaikan aspirasi petani, serta mendorong terciptanya program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Surplus beras 27.633 ton merupakan capaian positif. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian pada akhirnya harus terlihat dari meningkatnya pendapatan petani, terjangkaunya harga pangan, dan semakin kuatnya kemandirian pangan daerah.
Ketahanan pangan bukan sekadar persoalan produksi, tetapi juga tentang kesejahteraan petani dan masa depan masyarakat.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





