EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Konsolidasi Kekuatan Dari Hambalang, Elang Tiga Bangun Basis Rakyat Menuju Panggung Nasional

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG — Elang Tiga Hambalang mulai menunjukkan arah konsolidasi organisasi yang semakin serius. Pembentukan delapan badan otonom, sayap, dan unit organisasi dinilai bukan sekadar memperbesar struktur, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun jaringan kekuatan masyarakat dari tingkat nasional hingga akar...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG — Elang Tiga Hambalang mulai menunjukkan arah konsolidasi organisasi yang semakin serius. Pembentukan delapan badan otonom, sayap, dan unit organisasi dinilai bukan sekadar memperbesar struktur, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun jaringan kekuatan masyarakat dari tingkat nasional hingga akar rumput.

Melalui Keputusan Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Nomor 004/SK/DPN-ETH/SKPBOSUO-ETH/VI/2026, DPN Elang Tiga Hambalang membangun kekuatan organisasi pada berbagai sektor strategis masyarakat.

banner 468x60

Delapan perangkat tersebut mencakup Jaringan Koperasi Serba Usaha, Satuan Mahasiswa, Satuan Nelayan, Satuan Petani, Satuan Pecinta Seni dan Olahraga, Serikat Buruh dan Pekerja, Asosiasi Pengusaha, serta Wartawan dan Wartawati PT Elang Tiga Media Nusantara.

Keputusan tersebut memperlihatkan satu arah yang jelas: Elang Tiga Hambalang sedang memperluas basis sosialnya.

Mahasiswa merupakan kekuatan intelektual dan kader masa depan. Petani dan nelayan berada pada jantung persoalan pangan nasional. Buruh dan pekerja menjadi kekuatan produksi. Pengusaha serta koperasi menggerakkan ekonomi. Sementara media mempunyai posisi strategis dalam ruang informasi publik.

Ketika berbagai kelompok tersebut dibangun dalam jaringan organisasi yang terstruktur, ETH mempunyai ruang yang semakin luas untuk menyerap aspirasi masyarakat dan membawanya ke tingkat pengambilan sikap organisasi.

Bukan Sekadar Ormas, ETH Ingin Menjadi Kekuatan Sosial yang Diperhitungkan

Dalam dinamika politik nasional, kekuatan tidak selalu lahir dari partai politik.

Organisasi masyarakat, kelompok profesi, mahasiswa, buruh, petani, nelayan, pengusaha dan berbagai elemen masyarakat sipil juga mempunyai posisi penting dalam menentukan arah perdebatan publik serta mengawal kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat.

Di titik inilah langkah Elang Tiga Hambalang menjadi menarik.

ETH memilih membangun basis dari berbagai sektor masyarakat dan menempatkan konsolidasi tersebut dalam satu garis kebijakan organisasi.

SK DPN bahkan mengatur bahwa kebijakan atau tindakan yang mengatasnamakan Elang Tiga Hambalang dan mempunyai dampak nasional, strategis, hukum, politik organisasi, keuangan, aset, kerja sama kelembagaan maupun reputasi organisasi harus mendapatkan persetujuan tertulis DPN.

Ketentuan itu menunjukkan bahwa ekspansi jaringan ETH tetap berada dalam kendali kepemimpinan nasional.

Politik Kerakyatan dari Desa hingga Nasional

Salah satu kekuatan desain organisasi ETH terletak pada struktur berjenjang.

Beberapa sayap dibangun dari DPN, DPP, DPK, Koordinator Kecamatan hingga Koordinator Desa/Kelurahan.

Model seperti ini memungkinkan ETH membangun konsolidasi bukan hanya di tingkat elite nasional, tetapi langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah.

Jika struktur tersebut benar-benar terbentuk dan bergerak, maka ETH berpotensi memiliki jaringan aspirasi yang panjang: dari desa menuju kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.

Inilah bentuk politik kerakyatan yang hendak diperkuat—bukan semata mengejar kekuasaan, melainkan membangun posisi tawar masyarakat melalui organisasi yang terstruktur.

H. Safrizal–Ganda Satria Dharma Perkuat Konsolidasi Nasional

Keputusan strategis tersebut ditetapkan di Hambalang pada 30 Juni 2026 dan ditandatangani Ketua Umum H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma.

Dengan keputusan tersebut, kepemimpinan nasional ETH kini menghadapi pekerjaan politik-organisatoris yang lebih besar: memastikan seluruh sayap benar-benar hidup, melakukan kaderisasi, membentuk jaringan daerah, menjalankan program, serta hadir dalam persoalan konkret masyarakat.

Sebab dalam politik kebangsaan, besarnya organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya papan nama.

Kekuatan sesungguhnya ditentukan oleh jumlah rakyat yang percaya, struktur yang bergerak, kader yang bekerja, dan keberanian organisasi memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dari Hambalang Menuju Percaturan Nasional

Pembentukan delapan perangkat organisasi dapat menjadi awal babak baru perjalanan Elang Tiga Hambalang.

ETH tampaknya sedang membangun fondasi untuk tampil lebih kuat dalam ruang publik nasional dengan menghimpun berbagai kekuatan masyarakat dalam satu jaringan besar.

Petani harus memiliki suara.

Nelayan harus memiliki suara.

Buruh harus memiliki suara.

Mahasiswa harus memiliki suara.

Pengusaha dan pelaku ekonomi rakyat harus memiliki ruang.

Dan masyarakat membutuhkan saluran untuk membawa suara tersebut sampai ke tingkat nasional.

Dari Hambalang, Elang Tiga mulai mengonsolidasikan kekuatan. Dari akar rumput, ETH membangun jaringan. Menuju panggung nasional, ETH ingin menjadikan suara rakyat sebagai kekuatan yang diperhitungkan.

ELANG TIGA HAMBALANG
“Memperjuangkan, Memanusiakan, Menyejahterakan.”

banner 336x280