EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

OMZET UMKM KKI TEMBUS RP144,2 MILIAR, PENGUSAHA ETH DORONG BUSINESS MATCHING DIGELAR HINGGA DAERAH

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai capaian **Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026** membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki kemampuan besar untuk meningkatkan omzet, memperoleh pembiayaan dan menembus pasar internasional apabila dipertemukan secara sistematis dengan pembeli, lembaga...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai capaian **Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026** membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki kemampuan besar untuk meningkatkan omzet, memperoleh pembiayaan dan menembus pasar internasional apabila dipertemukan secara sistematis dengan pembeli, lembaga keuangan dan perusahaan besar.

Bank Indonesia mencatat penjualan sementara UMKM dalam KKI 2026 hingga **22 Agustus mencapai Rp144,2 miliar**, meningkat sekitar **46 persen dibandingkan capaian KKI 2025**.

banner 468x60

Capaian tersebut dinilai Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang sebagai bukti bahwa persoalan UMKM bukan semata-mata kemampuan menghasilkan produk.

Banyak UMKM memiliki produk berkualitas tetapi masih menghadapi persoalan akses pasar, pembiayaan, jaringan distribusi dan koneksi dengan calon pembeli.

Karena itu, Asosiasi mendorong model seperti KKI dan *business matching* tidak hanya menjadi kegiatan berskala nasional di Jakarta.

**Program mempertemukan UMKM dengan pembeli, perbankan, eksportir dan perusahaan besar harus diperluas secara berkelanjutan hingga provinsi, kabupaten dan kota.**

## PENJUALAN NAIK 46 PERSEN

Bank Indonesia menyatakan penjualan sementara KKI 2026 mencapai Rp144,2 miliar sampai 22 Agustus.

Nilai tersebut meningkat sekitar 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Bagi Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang, peningkatan tersebut memberikan satu pesan penting:

**ketika produk UMKM memperoleh panggung, promosi dan akses kepada pasar yang tepat, kemampuan penjualannya dapat meningkat secara signifikan.**

Karena itu, pengembangan UMKM jangan berhenti hanya pada pelatihan produksi.

Setelah produk mempunyai kualitas yang baik, UMKM harus dibawa menuju pasar.

## BUSINESS MATCHING EKSPOR CAPAI RP169,9 MILIAR

Capaian KKI 2026 tidak hanya berasal dari penjualan produk.

Bank Indonesia mencatat *business matching* ekspor mencapai **Rp169,9 miliar** dengan melibatkan **192 UMKM dan pembeli dari 16 negara**.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai angka tersebut sangat penting.

Hal ini menunjukkan UMKM Indonesia mempunyai peluang untuk masuk ke pasar internasional apabila mendapatkan pendampingan dan koneksi dengan calon pembeli.

Produk Indonesia tidak boleh hanya bersaing di pasar domestik.

Wastra, kerajinan, makanan dan minuman, produk pertanian, furnitur, fesyen, produk kreatif hingga berbagai komoditas unggulan daerah mempunyai peluang untuk berkembang menjadi produk ekspor.

## PENGUSAHA ETH: BAWA BUYER LANGSUNG KE DAERAH

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah, Bank Indonesia, pemerintah daerah dan organisasi pengusaha mengembangkan program **buyer meeting dan business matching daerah**.

Dalam program tersebut, pembeli dari perusahaan besar maupun luar negeri dapat dipertemukan secara langsung dengan UMKM yang telah melalui proses kurasi.

Cara seperti ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya meminta UMKM mencari pasar secara mandiri.

Pemerintah dan organisasi usaha dapat terlebih dahulu memetakan kebutuhan pasar.

Setelah diketahui jenis produk yang dibutuhkan, UMKM potensial kemudian dipersiapkan untuk memenuhi standar pembeli.

**Bukan UMKM yang dibiarkan mencari pasar sendirian, tetapi pasar dan UMKM harus dipertemukan secara terencana.**

## PEMBIAYAAN UMKM TEMBUS RP285 MILIAR

Selain akses pasar, KKI 2026 juga menunjukkan perkembangan pada akses pembiayaan.

Bank Indonesia mencatat *business matching* pembiayaan mencapai **Rp285 miliar**, meningkat **30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir**.

Pembiayaan tersebut mencakup pembiayaan inklusif dan pembiayaan berkelanjutan.

Sejumlah bank nasional ikut terlibat dalam fasilitasi pembiayaan UMKM.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang konsep mempertemukan secara langsung pengusaha yang membutuhkan modal dengan bank perlu diperluas.

Selama ini banyak UMKM menganggap pembiayaan perbankan sulit.

Di sisi lain, bank juga membutuhkan informasi mengenai UMKM yang mempunyai usaha layak dan kemampuan membayar.

Organisasi pengusaha dapat berada di tengah untuk membantu mempertemukan kedua kepentingan tersebut.

## UMKM HARUS DIPERSIAPKAN SEBELUM BERTEMU BANK

Asosiasi menilai persoalan pembiayaan tidak dapat diselesaikan hanya dengan meminta bank memperbesar kredit.

UMKM juga harus disiapkan agar layak memperoleh pembiayaan.

Bank Indonesia sendiri menekankan bahwa tantangan pembiayaan UMKM tidak semata-mata terkait ketersediaan dana, tetapi juga **kesiapan usaha, persepsi risiko dan kemampuan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan**.

Karena itu, UMKM perlu dibantu memperbaiki:

* legalitas usaha;
* laporan keuangan;
* pencatatan transaksi;
* rekening usaha;
* profil perusahaan;
* rencana penggunaan pembiayaan;
* kapasitas produksi; dan
* tata kelola perusahaan.

Setelah fondasi tersebut terbentuk, peluang mendapatkan pembiayaan akan semakin terbuka.

## KORPORASI HARUS GANDENG UMKM

Bank Indonesia dalam rangkaian KKI 2026 juga mendorong **Gerakan Korporasi Gandeng UMKM**.

Program tersebut diarahkan agar UMKM tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga mendapatkan akses pasar, meningkatkan kapasitas dan masuk dalam kemitraan dengan perusahaan besar.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pola tersebut sangat strategis.

Indonesia memiliki ribuan perusahaan besar, BUMN, BUMD, perusahaan multinasional, kawasan industri dan jaringan ritel.

Apabila sebagian kebutuhan barang dan jasa perusahaan tersebut dipasok UMKM Indonesia, pasar bagi usaha kecil akan menjadi sangat besar.

Contohnya dapat berupa makanan, pakaian kerja, furnitur, kebutuhan kantor, jasa transportasi, komponen produksi, produk pertanian hingga jasa pendukung.

## UMKM JANGAN SELAMANYA MENJADI USAHA KECIL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai istilah UMKM tidak boleh menjadi status permanen.

Tujuan pembangunan UMKM harus membuat:

**usaha mikro menjadi kecil;
usaha kecil menjadi menengah;
usaha menengah berkembang menjadi perusahaan besar.**

Jika jutaan UMKM mampu melalui proses tersebut, Indonesia akan memiliki basis pengusaha nasional yang semakin kuat.

Untuk mencapai tujuan itu, pengusaha membutuhkan lebih dari sekadar bantuan.

Mereka membutuhkan **pasar, modal, teknologi, manajemen dan jaringan bisnis**.

## DIGITALISASI JADI KUNCI NAIK KELAS

KKI 2026 juga menempatkan transformasi digital sebagai salah satu strategi penting pengembangan UMKM.

Bank Indonesia mendorong tiga jalur utama, yakni **e-farming**, **e-commerce**, serta **e-financing**, termasuk pemanfaatan pencatatan keuangan digital untuk memperkuat akses pembiayaan.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendukung arah tersebut.

UMKM yang masuk ke dunia digital memiliki kesempatan menjangkau konsumen di luar wilayah tempat usahanya.

Marketplace, media sosial, pembayaran digital dan jasa pengiriman telah mengubah batas pasar sebuah usaha.

Warung kecil di daerah sekalipun kini dapat menjual produknya kepada konsumen di berbagai kota.

## PRODUK DAERAH HARUS MASUK PASAR NASIONAL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai setiap provinsi mempunyai produk unggulan yang dapat dikembangkan.

Namun banyak produk tersebut masih terkendala pemasaran.

Karena itu diperlukan pemetaan komoditas dan produk unggulan di setiap kabupaten/kota.

Produk yang mempunyai potensi kemudian dikurasi.

UMKM yang terpilih dibina dari sisi kualitas, kemasan, kapasitas produksi, legalitas dan pemasaran.

Setelah siap, mereka dipertemukan dengan distributor, jaringan ritel, hotel, restoran, perusahaan besar hingga eksportir.

Dengan sistem tersebut, kegiatan pembinaan UMKM mempunyai tujuan yang jelas: **transaksi bisnis**.

## KALTIM BUKUKAN PENJUALAN RP1,14 MILIAR

Contoh dampak KKI juga terlihat dari UMKM binaan Bank Indonesia di Kalimantan Timur.

UMKM binaan BI Kalimantan Timur dilaporkan membukukan penjualan sekitar **Rp1,14 miliar** dalam KKI 2026.

Salah satu pelaku usaha kerajinan rotan dan manik-manik bahkan mencatat penjualan sekitar **Rp615,29 juta**.

Asosiasi menilai contoh tersebut menunjukkan produk berbasis budaya dan keunggulan daerah dapat menghasilkan nilai ekonomi besar apabila mendapatkan akses terhadap pasar yang luas.

Model keberhasilan tersebut harus dapat direplikasi di berbagai provinsi.

## GENERASI MUDA HARUS DIDORONG MENJADI PENGUSAHA

Pengembangan UMKM juga harus dikaitkan dengan regenerasi pengusaha.

Bank Indonesia mencatat generasi Z dan milenial memiliki posisi penting dalam mendorong inovasi, kewirausahaan dan perkembangan ekonomi kreatif.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai Indonesia membutuhkan semakin banyak pengusaha muda.

Generasi muda mempunyai keunggulan dalam penguasaan teknologi, media sosial dan pemasaran digital.

Apabila kreativitas tersebut dikombinasikan dengan akses modal serta pendampingan bisnis, akan semakin banyak perusahaan baru lahir.

## ASOSIASI PENGUSAHA ETH DORONG BUSINESS MATCHING NASIONAL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengembangan program **Business Matching Pengusaha dan UMKM Indonesia** secara berjenjang.

Program tersebut dapat dilaksanakan mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional dengan lima kelompok utama:

1. **UMKM dengan perusahaan besar** untuk membuka rantai pasok.
2. **UMKM dengan perbankan** untuk memperoleh pembiayaan.
3. **UMKM dengan distributor dan ritel** untuk memperluas pasar.
4. **UMKM dengan buyer internasional** untuk mendorong ekspor.
5. **UMKM dengan investor** untuk meningkatkan kapasitas perusahaan.

Asosiasi memandang organisasi pengusaha mempunyai peranan besar dalam melakukan kurasi anggota serta memastikan pihak yang dipertemukan mempunyai kegiatan usaha yang nyata.

## TARGETNYA BUKAN SEMINAR, TETAPI TRANSAKSI

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengingatkan pengembangan UMKM jangan terlalu banyak berhenti pada seminar, seremoni dan pelatihan.

Pelatihan tetap diperlukan.

Namun hasil akhirnya harus dapat diukur.

Berapa banyak UMKM memperoleh pesanan?

Berapa yang mendapatkan pembiayaan?

Berapa yang menjadi pemasok perusahaan besar?

Berapa yang berhasil melakukan ekspor?

Dan berapa yang mampu menambah tenaga kerja?

**Itulah indikator UMKM naik kelas.**

## PENGUSAHA ETH: PERTEMUKAN PRODUK, MODAL DAN PASAR

Capaian KKI 2026 menunjukkan bahwa UMKM Indonesia mempunyai kekuatan besar ketika mendapatkan dukungan ekosistem yang tepat.

Penjualan sementara **Rp144,2 miliar**, *business matching* ekspor **Rp169,9 miliar**, keterlibatan **192 UMKM dengan pembeli dari 16 negara**, serta *business matching* pembiayaan **Rp285 miliar** menjadi bukti bahwa akses pasar dan modal dapat menghasilkan dampak ekonomi nyata.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong konsep tersebut diperluas hingga daerah.

**“UMKM Indonesia tidak kekurangan produk. Yang sering kurang adalah akses terhadap modal, pasar dan jaringan. Tugas kita adalah mempertemukan ketiganya sehingga UMKM dapat tumbuh menjadi perusahaan yang lebih besar.”**

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang siap mendorong lahirnya kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, perbankan, korporasi serta UMKM untuk memperkuat ekonomi nasional.

### UMKM PUNYA PRODUK, BANK PUNYA MODAL, BUYER PUNYA PASAR — PERTEMUKAN SEMUANYA, PENGUSAHA INDONESIA NAIK KELAS.

banner 336x280