Perbaikan 34 kilometer jalan berjalan, kualitas dan ketahanan aspal harus dijaga
PEKANBARU, RIAU — Minggu, 27 September 2026 Pemerintah Kota Pekanbaru telah memperbaiki jalan rusak sepanjang 34 kilometer melalui pekerjaan overlay atau pengaspalan ulang selama 2026. Pekerjaan tersebut tersebar di 22 ruas jalan di berbagai wilayah kota. Kepala Dinas Pekerjaan Umum...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
PEKANBARU, RIAU — Minggu, 27 September 2026 Pemerintah Kota Pekanbaru telah memperbaiki jalan rusak sepanjang 34 kilometer melalui pekerjaan overlay atau pengaspalan ulang selama 2026. Pekerjaan tersebut tersebar di 22 ruas jalan di berbagai wilayah kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan capaian tersebut telah melampaui 70 persen dari target perbaikan jalan sepanjang 55 kilometer pada tahun ini.
Proses perbaikan masih dilanjutkan untuk mengejar sisa target sekitar 21 kilometer. Pekerjaan tersebut dilaksanakan sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar.
Perbaikan jalan ditujukan untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi. Pemko Pekanbaru juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pekerjaan pengaspalan menyebabkan gangguan arus lalu lintas.
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., menyambut positif berjalannya perbaikan jalan rusak tersebut. Ia menilai infrastruktur jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan berpengaruh langsung terhadap keselamatan, mobilitas, serta perekonomian kota.
“Perbaikan jalan yang terus berjalan tentu memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, kualitas dan ketahanan hasil pekerjaan harus benar-benar dijaga agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat,” kata Muflihun.
Menurutnya, pencapaian panjang jalan yang diperbaiki perlu diikuti pengawasan terhadap mutu material, ketebalan aspal, sistem drainase, dan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.
Ia mengatakan kondisi saluran air di sekitar jalan harus diperhatikan karena genangan menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan.
“Pengaspalan perlu berjalan bersama pembenahan drainase. Kalau air terus menggenangi badan jalan, perbaikan yang telah dilakukan berisiko tidak bertahan lama,” ujarnya.
Daftar ruas perlu diumumkan
Muflihun meminta Pemerintah Kota Pekanbaru mengumumkan secara terbuka daftar 22 ruas jalan yang telah selesai dioverlay. Informasi tersebut perlu dilengkapi dengan panjang pekerjaan, nilai anggaran, sumber pembiayaan, pelaksana proyek, dan masa pemeliharaan.
Keterbukaan informasi dinilai dapat membantu masyarakat ikut mengawasi hasil pembangunan. Warga juga dapat melaporkan apabila menemukan kerusakan, kualitas pekerjaan yang tidak sesuai, atau persoalan keselamatan setelah jalan selesai diperbaiki.
DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru mengajak masyarakat menjaga fasilitas jalan yang telah diperbaiki dan menyampaikan laporan melalui saluran resmi apabila menemukan lubang, genangan, kerusakan bahu jalan, atau lampu penerangan yang tidak berfungsi.
Penentuan prioritas juga perlu didasarkan pada tingkat kerusakan, kepadatan lalu lintas, risiko kecelakaan, serta fungsi jalan bagi pelayanan publik dan kegiatan ekonomi.
Jalan menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, kawasan permukiman, dan sentra usaha harus mendapatkan perhatian karena digunakan masyarakat setiap hari.
Keselamatan selama pekerjaan harus dijaga
Pekerjaan pengaspalan yang masih berlangsung perlu dilengkapi rambu, lampu peringatan, pembatas, dan petugas pengatur lalu lintas. Langkah tersebut dibutuhkan untuk mencegah kecelakaan, terutama ketika pekerjaan dilakukan pada malam hari atau di ruas dengan arus kendaraan padat.
Kontraktor dan petugas lapangan juga perlu memastikan material serta peralatan tidak menghalangi pengguna jalan di luar jam kerja.
Muflihun berharap sisa target perbaikan sekitar 21 kilometer dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa mengurangi mutu pekerjaan. Pemerintah kota juga perlu menyiapkan pemeriksaan berkala setelah pekerjaan selesai.
“Keberhasilan pembangunan jalan bukan hanya diukur dari panjang yang telah diaspal, tetapi dari seberapa lama jalan itu bertahan dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutur Muflihun.
Perbaikan jalan yang merata, berkualitas, dan transparan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan, menekan risiko kecelakaan, serta memperlancar pergerakan barang dan jasa di Kota Pekanbaru.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Sumber: Pemerintah Kota Pekanbaru, 23 September 2026.





