EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Global

RUMPUT LAUT INDONESIA BEBAS TARIF TAMBAHAN AS, SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG: KEUNTUNGAN PASAR GLOBAL HARUS SAMPAI KE MASYARAKAT PESISIR

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

**JAKARTA —** Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyambut terbukanya peluang lebih besar bagi produk **rumput laut dan agar-agar Indonesia di pasar Amerika Serikat**, menyusul pengecualian produk tersebut dari tarif tambahan Section 301. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan pada **21...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

**JAKARTA —** Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyambut terbukanya peluang lebih besar bagi produk **rumput laut dan agar-agar Indonesia di pasar Amerika Serikat**, menyusul pengecualian produk tersebut dari tarif tambahan Section 301.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan pada **21 Agustus 2026** bahwa rumput laut/alga dan agar-agar Indonesia memperoleh pengecualian dari **tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen** di Amerika Serikat. Produk tersebut hanya dikenakan tarif *Most-Favored-Nation* atau MFN yang besarannya **0 persen**.

banner 468x60

Menurut KKP, pengecualian tersebut memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing karena sejumlah negara pesaing masih menghadapi tarif tambahan di pasar Amerika Serikat.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai momentum ini harus dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan statistik ekspor, tetapi juga untuk memperkuat **ekonomi masyarakat pesisir, pembudi daya rumput laut, koperasi, pengolah hasil kelautan dan tenaga kerja lokal**.

## AMERIKA SERIKAT BUKA PELUANG LEBIH BESAR

KKP menjelaskan pengecualian terhadap rumput laut dan agar-agar Indonesia tercantum dalam *Notice of Actions* yang diterbitkan **United States Trade Representative (USTR) pada 23 Juli 2026** dan dipublikasikan dalam *Federal Register* pada 28 Juli 2026.

Secara umum, Amerika Serikat menetapkan tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen terhadap barang asal Indonesia sejak 24 Juli 2026.

Namun rumput laut dan agar-agar memperoleh pengecualian sehingga hanya dikenakan tarif MFN 0 persen.

KKP menyebut sejumlah negara pemasok lain, termasuk Vietnam, Thailand, Filipina dan Tiongkok, menghadapi tarif tambahan yang lebih tinggi.

Situasi tersebut menciptakan keunggulan kompetitif bagi produk Indonesia.

## ETH: JANGAN BERHENTI PADA ANGKA EKSPOR

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai peluang perdagangan internasional harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan di tingkat masyarakat.

**“Ketika hambatan tarif berkurang dan produk Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia, manfaatnya harus terasa sampai ke desa pesisir. Jangan sampai harga produk meningkat di pasar internasional tetapi masyarakat yang menghasilkan komoditasnya tetap menerima nilai yang rendah.”**

Organisasi mendorong pemerintah mengawasi perkembangan harga rumput laut di tingkat produsen setelah peluang pasar Amerika Serikat semakin terbuka.

Transparansi informasi harga diperlukan agar produsen memahami nilai produk mereka di sepanjang rantai perdagangan.

## PERKUAT POSISI PEMBUDI DAYA RUMPUT LAUT

Rumput laut merupakan komoditas yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Satuan Nelayan ETH menilai pengembangan sektor ini dapat menjadi sumber pendapatan alternatif maupun tambahan bagi keluarga pesisir yang selama ini sangat bergantung pada kegiatan penangkapan ikan.

Diversifikasi ekonomi penting terutama ketika nelayan menghadapi musim cuaca buruk yang membatasi hari melaut.

Pengembangan rumput laut dapat membuka lapangan pekerjaan pada kegiatan pembibitan, budi daya, panen, pengeringan, pengolahan, pergudangan hingga ekspor.

Karena itu, kebijakan perdagangan harus dihubungkan dengan penguatan produksi di tingkat desa.

## KOPERASI PESISIR HARUS MASUK RANTAI EKSPOR

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mendorong penguatan koperasi masyarakat pesisir sebagai penghubung antara produsen dengan industri dan eksportir.

Koperasi dapat membantu melakukan pengumpulan hasil produksi dalam volume besar, menjaga kualitas, menyediakan fasilitas pengeringan serta meningkatkan posisi tawar produsen ketika berhadapan dengan pembeli.

Namun koperasi harus dikelola secara profesional dan transparan.

Jangan sampai koperasi hanya hadir secara administratif tetapi tidak mampu memperbaiki harga yang diterima anggotanya.

**Produsen harus mempunyai posisi yang lebih kuat dalam rantai perdagangan.**

## STANDAR KUALITAS MENJADI KUNCI

Terbukanya pasar tidak otomatis membuat setiap produk dapat diterima.

Satuan Nelayan ETH mengingatkan bahwa Indonesia harus menjaga kualitas, kontinuitas pasokan dan ketertelusuran produk.

KKP sendiri menegaskan pentingnya peningkatan kredibilitas rantai pasok, kepatuhan terhadap standar sosial dan ketenagakerjaan serta penguatan ketertelusuran melalui **Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (STELINA)**.

Menurut Satuan Nelayan ETH, tuntutan standar internasional tersebut harus disertai program pendampingan.

Pembudi daya skala kecil tidak boleh dibiarkan menghadapi tuntutan pasar global seorang diri.

Pemerintah perlu menyediakan pendidikan mengenai standar mutu, pengolahan pascapanen, pencatatan produksi dan ketertelusuran.

## JANGAN JUAL MURAH BAHAN MENTAH

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang juga mendorong peningkatan industri hilirisasi rumput laut di Indonesia.

Komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk agar-agar dan produk olahan lainnya.

Apabila Indonesia hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, sebagian besar nilai tambah berpotensi dinikmati pada tahap pengolahan di negara lain.

Karena itu, pembangunan pabrik pengolahan di wilayah produksi perlu didorong.

Langkah tersebut berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan nilai ekonomi yang tetap berada di dalam negeri.

## KOMODITAS PERIKANAN LAIN JUGA MEMILIKI PELUANG

KKP menyatakan keunggulan daya saing terhadap sejumlah negara Asia tidak hanya terdapat pada rumput laut.

Komoditas Indonesia seperti **tuna, kepiting dan rajungan, cumi-cumi, sotong, gurita serta tilapia** juga disebut mempunyai peluang meningkatkan daya saing di pasar Amerika Serikat.

Sementara itu, total tarif terhadap udang Indonesia disebut sekitar **13,90 persen**, terdiri dari tarif tambahan Section 301 sebesar 10 persen dan bea masuk antidumping sebesar 3,90 persen.

Angka tersebut menurut KKP masih lebih rendah dibandingkan India sekitar 19,53 persen dan Vietnam sekitar 41,10 persen.

Satuan Nelayan ETH menilai kondisi tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat diplomasi perdagangan perikanan Indonesia.

## PELUANG TUNA HARUS MENJADI PELUANG NELAYAN

KKP menyatakan tuna Indonesia memiliki keunggulan tarif sekitar **2,5 persen** dibanding sejumlah produk pesaing dari Thailand, Vietnam, Filipina dan Korea Selatan di pasar Amerika Serikat.

Bagi Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang, informasi tersebut sangat relevan bagi nelayan tangkap.

Jika permintaan terhadap tuna Indonesia meningkat, pemerintah harus memastikan peningkatan tersebut ikut memperbaiki harga pembelian di tingkat nelayan.

Tidak boleh terjadi situasi ketika keuntungan perdagangan internasional meningkat tetapi harga ikan di pelabuhan tetap rendah.

## INFRASTRUKTUR PESISIR HARUS DIPERKUAT

Untuk memanfaatkan peluang pasar internasional, Satuan Nelayan ETH mendorong pemerintah memperkuat:

* fasilitas pelabuhan dan tempat pendaratan;
* rantai dingin dan cold storage;
* tempat pengeringan rumput laut;
* fasilitas pengolahan;
* akses pembiayaan;
* laboratorium dan sertifikasi mutu;
* serta sistem logistik dari desa pesisir menuju pasar.

Peningkatan produksi tanpa dukungan logistik akan mengurangi daya saing.

Sebaliknya, infrastruktur yang baik dapat membantu produk masyarakat pesisir mempertahankan kualitas dan memperoleh harga lebih baik.

## JANGAN ABAIKAN STANDAR KETENAGAKERJAAN

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang juga mencatat bahwa isu perdagangan internasional kini semakin berkaitan dengan kondisi sosial dan ketenagakerjaan.

Pengecualian tarif yang diumumkan KKP berkaitan dengan hasil investigasi perdagangan Amerika Serikat mengenai larangan impor barang yang diproduksi dengan kerja paksa.

Karena itu, industri kelautan dan perikanan Indonesia harus memastikan praktik produksi menghormati hak pekerja.

Perlindungan awak kapal, pekerja pengolahan, pembudi daya dan tenaga kerja lainnya tidak hanya menjadi persoalan kemanusiaan, tetapi juga semakin berkaitan dengan **akses pasar internasional**.

## ETH DORONG PEMERINTAH BUAT PETA MANFAAT

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mendorong KKP bersama kementerian terkait melakukan evaluasi berkala mengenai dampak fasilitas perdagangan terhadap masyarakat.

Evaluasi jangan hanya mengukur nilai ekspor.

Pemerintah juga perlu melihat:

* perubahan harga di tingkat produsen;
* peningkatan pendapatan masyarakat pesisir;
* bertambahnya volume produksi;
* jumlah tenaga kerja yang terserap;
* perkembangan koperasi;
* jumlah UMKM pengolahan yang tumbuh;
* serta peningkatan investasi di daerah produksi.

Dengan indikator tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah peluang perdagangan benar-benar menghasilkan kesejahteraan.

## PASAR GLOBAL HARUS MEMPERKUAT EKONOMI PESISIR

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang besar.

Keunggulan tersebut jangan hanya terlihat ketika produk Indonesia berada di pelabuhan ekspor.

Keberhasilan pembangunan perikanan harus terlihat sejak dari desa nelayan dan kawasan pesisir.

**“Jika rumput laut Indonesia semakin kuat di Amerika, pembudi daya di pesisir juga harus semakin kuat. Jika tuna Indonesia semakin laku, nelayan penangkapnya juga harus semakin sejahtera.”**

Satuan Nelayan ETH mendorong pemerintah, eksportir, industri pengolahan dan koperasi membangun sistem perdagangan yang adil sehingga peningkatan akses pasar memberikan keuntungan sepanjang rantai produksi.

**Pasar dunia terbuka, produk Indonesia harus maju. Tetapi masyarakat pesisir harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat kekayaan laut Indonesia.**

### CATATAN FAKTUAL

KKP menyatakan **rumput laut/alga dan agar-agar Indonesia dikecualikan dari tarif tambahan Section 301 10 persen Amerika Serikat**, sehingga produk tersebut hanya dikenakan tarif MFN sebesar 0 persen. Kebijakan tersebut diumumkan KKP pada 21 Agustus 2026.

Pernyataan mengenai pemerataan manfaat, penguatan koperasi, transparansi harga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dalam berita ini merupakan **sikap dan dorongan Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang**, bukan pernyataan resmi pemerintah.

**Sumber utama:** Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Siaran Pers Nomor SP.239/SJ.5/VIII/2026, 21 Agustus 2026.

banner 336x280